Hilang Kendali, Stasiun Ruang Angkasa China akan Menghantam Bumi

Hilang Kendali, Stasiun Ruang Angkasa China akan Menghantam Bumi

(Foto: STR/AFP/Getty Images)

BEIJING - China telah meluncurkan lab Space Station, Tiangong-1 pada 2011 lalu dari Bumi. Kini stasiun ruang angkasa tersebut sedang dalam orbit, namun kontrol Tiangong-1 dilaporkan hilang kendali dan akan kembali memasuki atmosfer Bumi pada 2017.

Jatuh stasiun antariksa pertama milik China itu memicu kekhawatiran dan mengancam banyak pihak berwenang karena telah kehilangan kendali atas modul seberat 8,5 ton tersebut.

Tiangong-1 atau lab "Heavenly Palace" digambarkan sebagai simbol politik kekuasaan China yang tumbuh ketika meluncur pada 2011, dan ini bagian dari ambisius untuk mengubah China menjadi negara adidaya seperti Amerika Serikat dan Eropa.

Berbicara mengenai insiden salah satu pejabat di peluncuran Tiangong-2 pada 15 September, Gobi Desert, mengatakan, modul tanpa awak sekarang telah komprehensif dan memenuhi misi historisnya.

"Akan tetapi, Tiangong-1 diisyaratkan untuk datang kembali ke atmosfer Bumi dan mengancam Bumi di beberapa titik di paruh kedua 2017," ujarnya seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (21/9/2016).

Mengutip berita resmi dari kantor Xinhua, Deputy Director of China Manned Space Engineering Office, Wu Ping, mengatakan, "Berdasarkan perhitungan dan analisis kami, sebagian besar laboratorium Space Station akan terbakar selama jatuh," ungkapnya.

Pengumuman ini muncul untuk mengonfirmasi mengenai spekulasi bulan bahwa China telah kehilangan kontrol dari modul sepanjang 10.4m, usai mengalami kegagalan teknis atau mekanis.

Sementara, astrofisikawan terkemuka Harvard dan space industry enthusiast, Jonathan McDowell, mengatakan, China disarankan segera mengumumkan hal tersebut kepada khalayak. "Jika hal ini terjadi, kemungkinan besar kita tidak bisa memprediksi di mana puing-puing dari lab stasiun ruang angkasa atau Tiangong-1 akan mendarat," jelasnya.

Lebih lanjut Wu Ping menambahkan, dirinya mengaku kembalinya Tiangong-1 ke Bumi tidak akan memengaruhi kegiatan penerbangan atau menyebabkan kerusakan tanah. "China selalu sangat menghargai manajemen yang berkaitan dengan puing-puing ruang ketika jatuh nanti, dengan melakukan penelitian dan tes pada mitigasi puing-puing ruang dan pembersihan," kata Wu, menurut laporan berita Xinhua.

(kem)

Baca Juga

Misi Rosetta ESA Diprediksi Mendarat Hari Ini

Misi Rosetta ESA Diprediksi Mendarat Hari Ini