Langkah Percepat Sertifikasi Ponsel Dinilai Cegah Barang Ilegal

Langkah Percepat Sertifikasi Ponsel Dinilai Cegah Barang Ilegal

Senior Product Manager Huawei Device Indonesia, Nuramin. (Foto: Moch. Prima Fauzi)

JAKARTA - Rencana Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mempercepat langkah sertifikasi ponsel dinilai dapat mencegah munculnya ponsel-ponsel ilegal atau dikenal sebagai BM (black market) sebagaimana diungkap oleh Nuramin, Senior Product Manager Huawei Device Indonesia, kepada Okezone, Kamis (22/9/2016).

Menurutnya langkah tersebut dapat membantu produk terbaru untuk masuk ke pasar Indonesia dan juga menguntungkan masyarakat untuk bisa lebih cepat menikmati produk dan teknologi terbaru.

"Percepatan sertifikasi cukup membantu bagi produk baru supaya masyarakat Indonesia bisa lebih cepat menikmati produk baru. Selain dari segi bisnis dan konsumen, tidak akan ada lagi barang ilegal atau black market yang masuk," ungkap Nuramin di sela-sela acara peluncuran Huawei P9 Lite di Jakarta.

Ia menjelaskan proses sertifikasi yang dilakukan oleh Postel dapat menghabiskan waktu mulai dari empat hingga enam bulan. Sementara dengan adanya aturan kandungan dalam negeri (TKDN) proses sertifikasi bisa menghabiskan waktu tiga hingga empat bulan.

Menurutnya pengujian produk untuk merek internasional sudah tidak diperlukan lagi karena sudah melalui tes di negara produsen dan beberapa negara lainnya sehingga proses sertifikasi di Indonesia dinilai tidak diperlukan lagi.

(kem)

Baca Juga

Aplikasi Kencan Terbaik <i>Bikin</i> Waktu Efisien (2-Habis)

Aplikasi Kencan Terbaik Bikin Waktu Efisien (2-Habis)