Usaha Verizon-Yahoo Hadapi Peretasan Terbesar Sepanjang Masa

Usaha Verizon-Yahoo Hadapi Peretasan Terbesar Sepanjang Masa

Usaha Verizon - Yahoo Hadapi Peretasan Terbesar Sepanjang Masa (Foto: Forbes)

CALIFORNIA – Yahoo saat ini menghadapi peretasan terparah sepanjang sejarah dengan 500 juta akunnya terkena dampak. Verizon yang telah memangku Yahoo mengatakan perusahaan mendapat pemberitahuan peretasan ini sejak dua hari yang lalu.

Kendati demikian, Verizon mengaku hanya mendapatkan informasi dan mengetahui dampaknya secara terbatas. “Kami akan mengevaluasi, dan terus mengivestigasi, melalui lensa dari semua kepentingan Verizon termasuk konsumen, pelanggan, pemegang saham, dan komunitas terkait,” terang Verizon seperti dilansir dari CNet, Jumat (23/9/2016).

Yahoo telah mengambil langkah untuk melindungi penggunanya termasuk dengan memvalidasikan pertanyaan dan jawaban keamanan. Namun ini tetap berisiko karena hacker menggunakan password dari situs lain.

"Kami biasanya melihat tingkat keberhasilan dari serangan mandat sebanyak 0,1 persen menjadi 2 persen dari log in, yang berarti bahwa penjahat cyber menggunakan 500 juta password untuk mencoba mengambil alih akun di situs lain yang akan mampu mengambil alih puluhan ribu rekening pada kebanyakan website," kata Shuman Ghosemajumder, mantan klik-penipuan tsar Google dan CTO dari Keamanan.

Akan memakan waktu lama untuk Yahoo sebelum kembali meraih kembali kepercayaan pengguna, menurut penelitian dari Alertsec. Penyedia enkripsi melakukan penelitian yang menemukan sekitar 97 persen orang Amerika kehilangan kepercayaan di perusahaan seperti Yahoo setelah pelanggaran data besar.

Sebelumnya, pada 1 Agustus, seorang hacker bernama “Peace mengklaim telah membobol 200 juta username dan password Yahoo pada tahun 2012, dan menawarkannya pada website yang tidak resmi. Hal yang sama juga terjadi pada akun MySpace dan LinkedIn.

(kem)

Baca Juga

<i>Techno of The Week:</i> Aplikasi Video Call hingga Lenovo Rumahnya Karyawan Motorola

Techno of The Week: Aplikasi Video Call hingga Lenovo Rumahnya Karyawan Motorola