Ericsson Akan Tutup Manufaktur Terakhir di Swedia

Ericsson Akan Tutup Manufaktur Terakhir di Swedia

Ericsson (Foto: EPA)

STOCKHOLM - Perusahaan Mobile telecoms Ericsson dilaporkan berencana menutup manufaktur Swedia sebagai bagian dari penghematan yang direncanakan. Perusahaan asal Swedia tersebut memangkas sekira 3.000 pekerja dan mengakhiri 140 tahun produksi di negara asalnya.

Dilaporkan The Guardian, Jumat (23/9/2016), Ericsson mengatakan, pada Juli akan meningkatkan pemotongan biaya dalam menghadapi kondisi pasar yang memburuk karena telah mengumumkan program pemotongan biaya pada 2014.

Surat kabar Swedia, Svenska Dagbladet, yang mengutip dokumen internal melaporkan, fasilitas manufaktur di kota-kota Boras dan Kumla akan ditutup. Keputusan mengakhiri 140 tahun produksi di Swedia untuk perusahaan yang mulai sebagai produsen telegraf dan perlengkapan telefon.

Svenska Dagbladet melaporkan, penutupan yang direncanakan diharapkan untuk menyimpan sekira 3 miliar krona atau sekira Rp4,5 triliun. Namun, perwakilan serikat pekerja Per Norlander mengatakan kepada radio Swedia, negosiasi tidak menghasilkan keputusan akhir. "Ini benar-benar tidak yakin mereka akan ditutup," katanya.

Sementara itu, Ericsson mengatakan kepada Reuters, Kamis itu akan mengurangi staf di seluruh dunia. "Kami memiliki operasi besar di Swedia, yang tidak terkecuali," kata departemen komunikasi dalam email.

"Karyawan kami dan, di mana berlaku, perwakilan serikat akan selalu diinformasikan pertama," tambahnya.

Svenska Dagbladet melaporkan, pekerjaan yang terkena dampaknya merupakan divisi produk jaringan, area bisnis terbesar perusahaan. Ericsson sendiri memiliki sekira 120.000 karyawan di seluruh dunia termasuk 17.000 di Swedia, telah bersaing dengan permintaan stagnan di pasar negara maju di mana jaringan yang paling canggih sebagian besar telah dibangun.

(din)

Baca Juga

WhatsApp Uji Fitur <i>Link</i> Grup Publik

WhatsApp Uji Fitur Link Grup Publik