Menkominfo: 2019, Proyek Palapa Ring Direncanakan Rampung

Menkominfo: 2019, Proyek Palapa Ring Direncanakan Rampung

Menkominfo, Rudiantara (Foto: Arsan/Okezone)

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) hari ini resmi menandatangani kontrak kerjasama Palapa Ring paket Timur di Istana Negara yang disaksikan oleh Presiden Jokowi.

Di sela-sela pendatanganan Palapa Ring Timur, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mengatakan proyek ini sebagai upaya membangun layanan jaringan internet. Secara ASEAN, kecepatan rata-rata internet Jakarta saat ini nomor 2 setelah Singapura.

"Tapi secara negara, Indonesia masih nomor 4 setelah Singapura, Malaysia, dan Thailand. Maka target pemerintah, pada 2019 adalah rata-rata nasional kecepatan Internet setidaknya harus nomor 2 di ASEAN," ungkapnya.

"Negara berbentuk kepulauan memberi tantangan lebih kepada kita dibanding negara lain apalagi negara kota seperti Singapura. Jika nanti Palapa Ring sudah bisa dikaryakan pada 2019, maka rata-rata kecepatannya akan 11-12 alias “beti” dengan Singapura," sambungnya.

Pria yang akrab disapa Chief RA tersebut juga mengutarakan, Palapa Ring akan bangun pita lebar di 57 kab/kota dengan kriteria daerah tertinggal (Perpres 131/ 2015) dan koneksikan 28 kab/kota existing.

"Gagasan Palapa Ring ini sudah tercetus 11 tahun lalu, namun ekosistem investasi yang ideal baru disepakati pada 2015. Pembiayaan Palapa Ring dengan skema Kerjasama Pemerintah-Badan Usaha/KPBU (Perpres 38/2015). Konsepnya BOOT (Build-Own-Operate-Transfer).

Sementara struktur pembiayaan KPBU, kata Chief RA, saat itu merupakan program pertama yang dilakukan pemerintah, sedangkan pengembalian investasi badan usahanya menggunakan skema Availibility Payment (PMK 190/PMK.08/2015).

"Dengan kedua skema tersebut penggunaan APBN/P akan lebih efektif dan efisien. Proses penjaminan proyek Palapa Ring oleh PT Penjaminan Infrastruktur Indonesa yang akan jamin pembayaran Availibility Payment kepada badan usaha," paparnya dikutip melalui akun Twitter resmi @rudiantara_id.

Sebagaimana diketahui Proyek Palapa Ring dibagi atas 3 paket Barat, Tengah, Timur. Pemenang paket Barat adalah konsorsium Triasmitra-Moratel dan membentuk Badan Usaha Pelaksana khusus: PT Palapa Ring Barat.

Untuk pemenang paket Tengah konsorsium Pandawa Lima dan membentuk Badan Usaha Pelaksana khusus: PT LEN Telekomunikasi Indonesia. Sedangkan pemenang paket Timur adalah konsorsium Moratelindo - IBS - Smart Telecom.

"Nilai komersil selama pengoperasian untuk 3 paket tersebut adalah kurang lebih Rp21 triliun. Total panjang kabel untuk Palapa Ring kurang lebih 13 ribu kilometer. Paket Timur butuh strategi yang pas karena sangat sulit dipaksakan bangun infrastruktur dengan pendekatan yang sama seperti wilayah lain," menteri menambahkan.

Menurutnya, teknologi untuk paket Timur tidak hanya andalkan serat optik, namun juga dengan gelombang mikro atau teknologi lain yang applicable dan pembangunan infrastruktur proyek mega Palapa Ring ini direncanakan selesai pada 2019.

(kem)

Baca Juga

Operator Seluler Jaga Kualitas Jaringan di Area Aksi Damai 212

Operator Seluler Jaga Kualitas Jaringan di Area Aksi Damai 212