Populasi 2G dan 3G di Luar Jawa Masih Besar

Populasi 2G dan 3G di Luar Jawa Masih Besar

(Foto: Moch Prima Fauzi/Okezone)

JAKARTA - Di tengah derasnya arus komersialisasi 4G dari operator rival, XL Axiata masih mempromosikan jaringan broadband 3G dengan menambahkan frekuensi 900 MHz yang diluncurkan hari ini, Senin (3/10/2016).

Lantas, apa alasan di balik strategi bisnis operator bernuansa biru tersebut? Menjawab pertanyaan dari awak media, VP Network Planning and Development PT XL Axiata Budi Harjono menjelaskan bahwa hal itu karena populasi 2G dan 3G di luar Jawa masih cukup besar.

"Itu karena handset penetration di Sulawesi, Kalimantan dan Sumatera masih 2G dan sudah mulai ke 3G. Sehingga terdapat jarak antara 3G dan 4G. Dan kesiapan handset di sana masih sebatas 3G," ungkap Budi.

Selain itu Budi juga menjelaskan bahwa konsumen XL di tiga pulau tersebut masih tergolong minim. Sehingga dengan adanya tambahan frekuensi ini diharapkan dapat menumbuhkan pelanggan baru.

Meski begitu, menurut Budi, hal itu bukan berarti bahwa XL akan selamanya menggunakan 3G di kawasan wilayah tersebut, namun juga tentunya akan pula memanfaatkan frekuensi 900 MHz untuk jaringan 4G.

"Sebelum beralih ke 4G LTE, frekuensi 900 MHz harus ditata terlebih dahulu. Tapi investasi jaringan akan dipakai juga untuk LTE," Budi menambahkan.

Budi menjelaskan bahwa saat ini BTS yang dibangun meski menggunakan chasis tunggal, namun bisa mencakup semua jaringan baik itu 2G, 3G dan juga 4G. Sehingga yang membedakan ialah dari segi software dan juga permintaan yang diperlukan pasar.

(ahl)

Baca Juga

13 Tahun di Smartfren, Ini Alasan Sukaca Hengkang

13 Tahun di Smartfren, Ini Alasan Sukaca Hengkang