XL Sebut Infrastructure Sharing Tak Picu Perang Tarif Operator

XL Sebut Infrastructure Sharing Tak Picu Perang Tarif Operator

CEO PT XL Axiata, Dian Siswarini (Foto: Kustin Ayuwuragil Desmuflihah/Okezone)

JAKARTA - Dian Siswarini, CEO PT XL Axiata menampik bahwa harga interkoneksi dan infrastruktur sharing memicu perang tarif. Ini terkait dengan laporan dari pendapat analis bahwa penurunan harga interkoneksi bisa membuat para operator telekomunikasi saling bersaing dalam hal tarif layanan.

Alih-alih berhemat, Dian mengatakan bahwa pengeluaran yang biasanya digunakan untuk biaya infrastruktur akan digunakan untuk membuat jangkauannya lebih luas. Kata dia, ini berarti harga yang dikeluarkan ketika berbagi infrastruktur dengan menggunakan infrastruktur sendiri sama hanya saja jangkauannya lebih luas.

Sementara soal persaingan harga dari interkoneksi, Dian menegaskan bahwa interkoneksi adalah biaya yang harus dikeluarkan operator lain kalau terjadi perbedaan trafik. Penurunan biaya off net berpotensi mengurangi harga retail panggilan tetapi biaya off net sangat sedikit efeknya di penentuan harga total.

"Kalau trafiknya tidak seimbang baru kami bayar. Biaya interkoneksi itu adalah salah satu faktor, bukan semuanya, untuk penentuan tarif off net call. Kalau itu turun berarti akan ada potensi itu menurunkan harga telepon ke operator lain. Tapi itu tergantung masing masing operator untuk mentranslasikannya ke harga ritel. Kalau potensi penurunan harga ada, tetapi kalau sampai perang tarif saya rasa tidak ada karena sekarang kalau kita lihat trafik yang on net di dalam satu operator dibanding yang off net itu jauh banget. Off net itu di bawah 10 persen sehingga efeknya terhadap harga total itu tidak terlalu besar," Dian menjelaskan setelah menghadiri pelantikan pejabat baru Kemenkominfo, Jumat (7/10/2016).

Dian menambahkan bahwa operator sebenarnya lebih memilih untuk tidak perang tarif. Adanya tarif yang lebih murah hanyalah sekedar gimmick yang bersifat promosi dan di kawasan serta waktu yang terbatas.

"Menurut saya enggak ada operator yang suka perang tarif. Kenapa? Karena kalau perang tarif yang rugi operator sendiri. Tapi akan ada yang melakukan promo di suatu tempat atau di suatu waktu. Tapi enggak ada yang secara masif. Kalau semua kebagian kita dong yang rugi," pungkasnya.

(ahl)

Baca Juga

Operator Seluler Jaga Kualitas Jaringan di Area Aksi Damai 212

Operator Seluler Jaga Kualitas Jaringan di Area Aksi Damai 212