Kecepatan Pecahan Roket Falcon 9 Capai 8 Km per Detik saat Menghujam Sumenep

Kecepatan Pecahan Roket Falcon 9 Capai 8 Km per Detik saat Menghujam Sumenep

Kecepatan Pecahan Roket Falcom 9 Capai 8 KM per Detik (Foto: Oris Riswan)

BANDUNG - Pecahan Roket Falcon 9 jatuh di kawasan Sumenep, Madura, pada 26 September 2016. Berikut ini penjelasan Rhorom Priyatikanto, peneliti dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Rhorom merupakan salah seorang peneliti yang datang langsung ke lokasi jatuhnya pecahan Roket Falcon 9. Saat tiba di lokasi, keempat pecahan roket sudah tidak ada di tempat.

Meski begitu, ia tetap melanjutkan penelitian di lokasi. Ia memeriksa secara langsung area bekas jatuhnya pecahan roket yaitu di rumah dan kandang sapi di sana.

"Pada Rabu 28 September kami sempat meninjau ke lapangan. Sebagian besar kerusakan yang diakibatkan oleh jatuhnya benda tersebut sudah diperbaiki," kata Rhomrom di Kantor LAPAN, Jalan Dr Djunjunan, Kota Bandung, Jumat (7/10/2016).

Meski kerusakan sudah diperbaiki dan pecahan roket sudah tidak ada di lokasi, ia menemukan masih ada bekas kerusakan. Di area kandang misalnya, ada bekas jatuhan tanki.

"Di situ ada tanda-tanda bekas terbakar, jadi ada satu tonggak yang gosong. Bukan terbakar oleh api, tapi bersentuhan dengan benda yang luar biasa panas," ungkapnya.

Setelah diteliti lebih lanjut, akhirnya diketahui bagaimana kondisi benda itu saat menghujam bumi. Sebelum menghujam dengan kecepatan tinggi, pecahan roket itu berada dalam keadaan sangat panas, tapi tidak sempat terjadi ledakan.

"Setelah kita cari, memang kecepatan jatuhnya benda di permukaan bumi bisa sampai 7 atau 8 kilometer per detik, luar biasa tinggi, temperaturnya mungkin hampir 1.000 derajat selsius," jelas Rhorom.

Meski begitu, ia memastikan di lokasi jatuhnya pecahan roket itu tidak menimbulkan bekas cekungan pada tanah. "Itu tidak sampai menghasilkan semacam kawah, tidak ada lubang di tanah. Hanya atap bekas jatuhan itu saja yang bolong, kandang ternak sampai roboh atapnya," tuturnya.

Sementara setelah diteliti lebih lanjut, ia memastikan di lokasi tidak mengandung unsur berbahaya bagi manusia. Sebab pecahan roket itu tidak memiliki unsur negatif. Apalagi Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) juga sudah memastikannya.

"BAPETEN pada Kamis, tanggal 29 September 2016 itu juga sudah memeriksa menggunakan alat detektor radiasi. Mereka (menyatakan) tidak ada radiasi, partikel alfa, beta, ataupun sinar gamma, itu tidak ada masalah. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan," jelas Rhomrom.

(kem)

Baca Juga

Benda Terduga UFO Terlihat Melayang di Atas Gunung Berapi

Benda Terduga UFO Terlihat Melayang di Atas Gunung Berapi