Sistem AI Mampu Melacak Hiu Putih Melalui Sirip

Sistem AI Mampu Melacak Hiu Putih Melalui Sirip

Sirip (Foto: Digital Trends)

CALIFORNIA - Para peneliti di Universitas Bristol di Inggris telah mendapatkan cara untuk melacak hiu dari jarak jauh dengan mengotomatisasi identifikasi sirip mereka.

Teknik ini menggunakan artificial intelligence (AI) atau dikenal kecerdasan buatan untuk menganalisis sirip punggung hiu, yang cukup unik untuk setiap hiu. Untuk melatih sistem, peneliti Ben Hughes dan Tilo Burghardt menggunakan satu set data dari 240 foto. Sementara hal itu terdengar seperti jumlah yang relatif kecil, ternyata bekerja dengan akurasi 81 persen.

Ini bukan pertama kalinya teknologi tersebut diterapkan untuk melacak hewan laut. Beberapa tahun lalu, peneliti di Eckerd College di St. Petersburg, Florida menggunakan vision komputer dan teknik pemrosesan sinyal untuk mengindentifikasi lumba-lumba berdasarkan garis sirip mereka.

Tak seperti project yang dilakukan peneliti di Eckerd College, Hughes dan Burghardt memilih untuk menggantikan garis sirip sebagai metrik utama mereka dengan kontur yang unik dari segmen tertentu dari sirip punggung ikan hiu.

"Gagasan di balik menggunakan bagian-bagian dari kontur sirip adalah untuk membuat pengakuan individu yang kuat," kata Hughes kepada Digital Trends. "Kekokohan itu memungkinakn untuk perubahan lokal dalam bentuk sirip, misalnya karena kerusakan dari waktu ke waktu, serta oklusi permukaan ari, yang berarti ketika bagian dari sirip tidak bisa dilihat karena di bawah permukaan air. Dari perspektif teknis itu juga kuat untuk kesalah deteksi kontur sirip, yang bisa terjadi sebagai akibat dari otomatis penggalian kontur sirip dari gambar," tambah Hughes.

Dulu para peneliti pelacak hiu telah mampu mengungkapkan beberapa perilaku yang luar biasa. Misalnya, pada 2005 para peneliti di White Shark Trust menemukan bahwa hiu putih besar bernama Nicole berenang dari Afrika Selatan ke Australia dan kembali lagi selama periode sembilan bulan.

Kemampuan menggunakan AI untuk hiu memantau lebih baik, dan hal ini diharapkan bisa mengungkap lebih banyak perilaku hiu. "Tujuan dari sistem identifikasi finprinting ini adalah untuk menciptakan database online internasional yang akan bisa diakses oleh para ilmuwan hiu putih di seluruh dunia pada awalnya, dan kemudian dalam tahap kedua, membukanya untuk non-ilmuwan," jelas Michael Scholl, CEO Save Our Seas Fondation kepada Digital Trends.

"Hal ini menjadi mungkin untuk secara manual dan visual mengelola database (untuk identifikasi hiu), yang meliputi ratusan ribu gambar, dan ribuan orang tanpa sistem identifikasi otomatis. Teknologi saat ini memungkinkan untuk sangat efektif mengidentifikasi," tutupnya.

(din)

Baca Juga

Techno of The Week: Fenomena Penampakan Wajah Matahari

Techno of The Week: Fenomena Penampakan Wajah Matahari