Ini Senjata untuk Perangi Ransomware

Ini Senjata untuk Perangi Ransomware

(Foto: Screenshot NoMoreRansomware)

JAKARTA - Berjarak tiga bulan setelah peluncuran proyek "No More Ransom", lembaga penegak hukum dari 13 negara memutuskan untuk bergabung dengan pihak swasta untuk bersama-sama melawan ransomware.

Negara yang baru-baru ini memutuskan untuk bergabung di antaranya Bosnia dan Herzegovina, Bulgaria, Kolombia, Prancis, Hungaria, Irlandia, Italia, Latvia, Lithuania, Portugal, Spanyol, Swiss dan Inggris.

Kolaborasi ini membantu lebih banyak korban untuk mendekripsi perangkat mereka. Sehingga dapat membuka data-data mereka, serta memukul balik penjahat siber dengan cara memutuskan sumber pendapatan mereka.

Tujuan dari portal online www.nomoreransom.org adalah menyediakan sumber daya yang bermanfaat bagi korban ransomware. Pengguna dapat menemukan informasi tentang apa itu ransomware, cara kerjanya dan, yang paling penting, bagaimana melindungi diri mereka sendiri.

"Dengan berfokus pada pencegahan dan meningkatkan kesadaran. Saya yakin bahwa portal online ini akan terus berkembang dalam bulan-bulan berikutnya. Seluruh jajaran kepolisian terus di dorong untuk turut bergabung untuk memerangi ancaman ransomware," ungkap Steven Wilson, Head of European Cybercrime Centre.

Dia menjelaskan, perang melawan ransomware akan memberi hasil terbaik ketika lembaga-lembaga penegak hukum dan sektor swasta turut bergabung. Hal ini memungkinkan polisi untuk mencari dan merebut server yang digunakan untuk mengelola serangan tersebut.

Menurutnya, meskipun tantangan terus meningkat, inisiatif yang muncul menunjukkan bahwa pendekatan yang terkoordinasi oleh penegak hukum Uni Eropa yang mencakup semua mitra yang relevan dapat menciptakan keberhasilan yang signifikan dalam memerangi kejahatan jenis ini.

(kem)
TAG : Jamsu

Baca Juga

Setelah Caplok HTC, Mampukah Google Geser Dominasi Apple-Samsung?

Setelah Caplok HTC, Mampukah Google Geser Dominasi Apple-Samsung?