XL Dapat Lampu Hijau dari KPPU soal Network Sharing

XL Dapat Lampu Hijau dari KPPU soal Network Sharing

Turina Farouk (Foto: Okezone)

JAKARTA – PT XL AXIATA memberikan jawaban seputar isu pembentukan perusahaan patungannya dengan Indosat Oordeoo, PT One Indonesia Synergy atau OIS. XL mengatakan bahwa mereka telah mengantongi izin dari Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU).

“Kami selalu patuh terhadap aturan perundang-udangan yang berlaku, maka sebelum PT OIS disahkan, XL dan Indosat telah melakukan konsultasi pendahuluan ke semua instansi terkait yakni BKPM, Kominfo, BRTI, dan termasuk KPPU pada bulan Februari 2016,” demikian keterangan Turina Farouk, VP Corporate Communication XL Axiata, kepada Okezone, Jumat (21/10/2016).

Dari konsultasi tersebut, KPPU menjawab dalam surat resminya pada Maret 2016. Turina mengungkapkan keputusan KPPU melalui suratnya nomor 41/K/S/III/2016 berisi dua poin berikut:

1. Pendirian PT OIS tidak menjadi objek hukum KPPU sebagaimana yang diatur pada UU Nomor 5 Tahun 1999. KPPU juga mengapresiasi langkah konsultasi yang dilakukan oleh XL dan Indosat.

2. Network sharing merupakan fenomena umum di industri telekomunikasi yang bertujuan mendorong efisiensi industri dan akselerasi pembangunan infrastruktur yang berarti akan menghasilkan tarif yang kompetitif.

“Berdasarkan isi surat tersebut, terkait polemik network sharing, maka secara official kami telah dapatkan lampu hijau. Dan kemudian pada Mei 2016 dilakukan penandatanganan kerjasama antara XL-Indosat dalam pembentukan PT OIS, yang mana hingga saat ini belum beroperasi secara efektif karena masih dalam proses melengkapi perizinan untuk beroperasi,” tutup XL.

Sekadar informasi, perusahaan joint venture ini hanya untuk memberikan konsultasi kepada operator yang terkait dengan kerja sama jaringan, bukan pembentukan perusahaan. XL sendiri memilih bergandengan dengan Indosat karena keduanya memiliki spectrum yang berdekatan dan sinergi keduanya cukup besar.

(kem)

Baca Juga

Akibat Pasokan Listrik Terbatas, BTS Operator Seluler di Aceh Mati

Akibat Pasokan Listrik Terbatas, BTS Operator Seluler di Aceh Mati