Menkominfo: Operator Tidak Mau Kompetisi, Jangan Ikut Industri Telekomunikasi

Menkominfo: Operator Tidak Mau Kompetisi, Jangan Ikut Industri Telekomunikasi

Menkominfo Rudiantara usai Menghadiri Acara Digital Running for Innovation (Foto: Arsan/Okezone)

JAKARTA - Memperingati Hari Bakti Pos dan Telekomunikasi (Postel) Ke-71 yang jatuh pada hari ini. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menekankan, bahwa kompetisi antar industri telekomunikasi itu penting, dan menjadi sebuah keharusan.

"Kompetisi tetap kita dorong dan keharusan, yang tidak mau berkompetisi enggak usah masuk industri telekomunikasi," ucapnya kepada Okezone disela acara Digital Running for Innovation di Hari Bakti Pos dan Telekomunikasi (Postel) KE-71 di Plaza Barat GBK, Jakarta, Minggu (30/10/2016).

Dia mengungkapkan, walaupun secara komunitas acara ini pertama kalinya diadakan secara bersama-sama oleh operator telekomunikasi dan biasanya Telkomsel, Indosat, XL, 3 (Tri) mereka masing-masing punya acara sendiri.

"Ini pertama kali bareng-bareng komunitas, karena kita ingin kerja sama antara stakeholder (pemangku kepentingan) ini betul-betul lebih meningkat. Maka dari itu kompetisi itu bagus, jadi yang enggak mau kompetisi jangan ikut telekomunikasi," kata menteri.

Lebih lanjut dijelaskan Rudiantara, dalam operator khususnya di telekomunikasi, kompetisi itu ada istilahnya cooperation dan kompetisi. Karena apa, letak bedanya terutama di industri telekomunikasi itu, dengan lain adalah interkoneksi.

"Misalnya begini, ada pelanggan dari suatu operator, yang harus bisa menelpon kepada pelanggan lain meskipun menggunakan operator lain. Jadi letak kompetisinya ada di situ," paparnya.

Maka dari itu, lanjut menteri kompetisi ini harus didorong dalam industri ICT ini. "Mereka (operator) juga harus saling bersinergi, kita harus beroperasi lebih. Bersinergi tujuannya adalah lebih efisien," tutur pria yang akrab disapa Chief RA tersebut.

"Karena apa ini merupakan efisiensi yang harus ditekankan kepada masyarakat. Dengan tujuan akhir, baik kami sebagai regulator maupun temen-temen operator, tujuannya mencari laba atau untung," ungkap Rudiantara.

“Tetapi laba itu berasal dari efisiensi dan hasil efisiensi ini yang harus ditujukan kepada masyarakat. Masyarakat harus bisa mendapatkan harga yang lebih terjangkau tetapi dalam kompetisi yang sifatnya harus pilihan,” pungkasnya.

(kem)

Baca Juga

13 Tahun di Smartfren, Ini Alasan Sukaca Hengkang

13 Tahun di Smartfren, Ini Alasan Sukaca Hengkang