Bos Indosat Ooredoo Kecewa Penundaan Biaya Interkoneksi Baru

Bos Indosat Ooredoo Kecewa Penundaan Biaya Interkoneksi Baru

Alexander Rusli (foto: Okezone)

JAKARTA - CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli mengaku kecewa terkait dengan tertundanya penetapan tarif interkoneksi baru. Dalam pandangannya, turunnya tarif interkoneksi dapat meringankan beban masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa dirinya akan terus mendorong agar kompetisi tetap berjalan secara sehat. Alex yakin bahwa pemerintah akan memberlakukan kebijakan pro rakyat.

"Kecewa dengan penundaan. Kalau makin lama, makin tidak selesai. Tapi masih berpikir optimis bahwa pemerintah pro kompetisi, pro masyarakat dan tidak proteksionis. Saya lihat contoh harga minyak BBM yang ditetapkan harus sama bahkan di papua," serunya.

Ke depannya, ia berharap agar keputusan tarif interkoneksi baru cepat diputuskan. Menurutnya, sebuah regulasi yang tegas dapat menciptakan iklim kompetisi yang positif.

"Kita lihat saja, yang penting konkret. Yang jelas setiap keputusan pasti tidak bisa senangkan semua pihak dalam jangka pendek. Bagi pemain seperti kita perlu kepastian," tutupnya.

Seperti diketahui, Kementerian Komunikasi dan Informatika baru saja mengeluarkan surat keputusan untuk menunda penetapan tarif interkoneksi baru.

Sebagaimana tertuang dalam surat Nomor S-1668/M.KOMINFO/PI.02.04/11/2016 tanggal 2 November 2016 hal Penyampaian Penetapan Perubahan DPI Milik Telkom dan Telkomsel Tahun 2016 dan Implementasi Biaya Interkoneksi.

(kem)

Baca Juga

13 Tahun di Smartfren, Ini Alasan Sukaca Hengkang

13 Tahun di Smartfren, Ini Alasan Sukaca Hengkang