Ini Tanggapan Para Operator Terkait Penundaan Tarif Interkoneksi

Ini Tanggapan Para Operator Terkait Penundaan Tarif Interkoneksi

Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Polemik tarif interkoneksi masih belum menemukan titik terang. Pasalnya, Kominfo baru saja mengeluarkan surat keputusan mengenai tertundanya penggunaan tarif interkoneksi baru hingga tiga bulan.

Menanggapi penundaan ini, beberapa operator menyatakan pendapatnya masing-masing. Okezone telah merangkum beberapa pendapat dari para operator telekomunikasi di Indonesia.

XL

"Kami kecewa dengan penundaan ini, tapi kami tetap menghormati apapun keputusan pemerintah. Namun, kami juga hendak mengingatkan bahwa penundaan penurunan tarif interkoneksi yang berulang kali ini sama saja mengembalikan masalah tarif interkoneksi pada status yang tidak pasti," ujar Turina Farouk, VP Corcomm XL.

Smartfren

"Untuk tarif interkoneksi, Smartfren mengikuti saja alur serta aturan yang diterapkan pemerintah," sebut Ciba Gangga, Head of Public Relations Smartfren Telecom.

Tri

"Walaupun kita selalu mendukung keputusan pemerintah, pastinya agak kecewa. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana evaluasi yang katanya dibutuhkan waktu 3 bulan bisa dijalankan sebaik mungkin," jelas Wakil Direktur Utama Tri Indonesia, Muhammad Danny Buldansyah.

Indosat Ooredo

"Kecewa dengan penundaan. Makin lama saja tidak beres-beres. Tapi masih berpikir optimis bahwa pemerintah pro kompetisi, pro masyarakat dan tidak proteksionis. Saya lihat contoh harga minyak BBM yang ditetapkan harus sama bahkan di Papua," ucap CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli.

Telkomsel

"Telkomsel untuk sementara menerima dan mematuhi ketentuan seperti yang tercantum dalam siaran pers tersebut, yaitu akan tetap memberlakukan besaran biaya interkoneksi yang telah disepakati pada PKS masing-masing. Namun kami berharap perhitungan biaya interkoneksi tetap berdasarkan ketentuan yang berlaku, baik PP no 52 Tahun 2000 maupun PM No 8 Tahun 2006. Kami juga berharap proses tersebut dijalankan secara transparan dan independen sehingga menciptakan iklim industri telekomunikasi yang sehat," beber Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah.

(kem)

Baca Juga

13 Tahun di Smartfren, Ini Alasan Sukaca Hengkang

13 Tahun di Smartfren, Ini Alasan Sukaca Hengkang