Menkominfo: Tidak Akan Ada Lagi Tarif Interkoneksi

Menkominfo: Tidak Akan Ada Lagi Tarif Interkoneksi

(Foto: Arsan Mailanto/Okezone)

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan bahwa tarif interkoneksi tinggal menunggu hitungan tahun saja.

"Ini tinggal menghitung tahun, sebentar lagi kok. Kan tarif interkoneksi sifatnya B2B. Jadi ke depannya semua akan menggunakan data walaupun voice," ujarnya di sela acara diskusi Indef di Hotel Intercontinental MidPlaza, Jakarta, Kamis (3/11/2016).

Ia menjelaskan, ada namanya interkoneksi syarat, setiap masing-masing operator bayar serta hampir interkoneksi syarat. Karena ada operator menerapkan interkoneksi ke operator dan ada juga yang tidak mengacu kepada angka yang ditetapkan pemerintah. Karena interkoneksi itu bisnisnya B2B.

"Tapi sebentar lagi tidak ada. Saya juga enggak tahu berapa tahun lagi mungkin 5 sampai 7 tahun tidak ada lagi cerita mengenai interkoneksi, wong semuanya pakai data IP switch kok," sambungnya.

Menurut Chief RA sapaan akrabnya, karena pada saatnya tidak akan ada lagi biaya interkoneksi. Kalau nanti semuanya sudah menggunakan data.

"Sekarang kan sudah IP switch semua, makanya salah satu faktor untuk menyelesaikan dengan proyek Palapa Ring pada 2019, dan implementasi 5G pada 2020," ungkapnya.

Rudiantara juga melihat, bahwa ada tiga faktor yang membuat operator berbeda pandangan mengenai tarif interkoneksi pertama dilihat dari secara teknologi, aturan, dan bisnis.

"Secara teknologi begitu kita sudah lihat data yang sifatnya sudah praktis semua, itu tidak ada lagi pengaturan mengenai tarif interkoneksi, karena semuanya bayar masing-masing, dari segi bisnis penggunaan akses 2G pada voice dan SMS masih unggul dan mendominasi," kata menteri.

"Jadi orientasinya kita harus berpikir berapa tahun ke depan, tujuannya adalah membuat efisien bagaimana menurunkan TCO (total cost of ownership) to delivered per megabit data," pungkasnya.

(ahl)

Baca Juga

Operator Seluler Jaga Kualitas Jaringan di Area Aksi Damai 212

Operator Seluler Jaga Kualitas Jaringan di Area Aksi Damai 212