Gunakan HP, 10 Ribu Warga Simpang Dua Harus Naik Gunung

Gunakan HP, 10 Ribu Warga Simpang Dua Harus Naik Gunung

(Foto: Dina Prihatini/Okezone)

KETAPANG - Sekira 10 ribu warga Kecamatan Simpang Dua Kabupaten Ketapang mengeluhkan sinyal komunikasi yang hingga saat ini belum masuk di kawasan utara Kalimantan Barat.

Camat Simpang Dua, Vik Ilu menjelaskan dari 10 ribu warganya, KK di Simpang Dua sebanyak 6.000 semuanya mengeluhkan komunikasi yang sama sekali tidak ada.

"Semua orang punya HP, tapi sinyal susah sekali, kalau mau menelefon atau SMS, kami lari ke gunung dengan jarak tempuh 30 menit baru kami bisa berkomunikasi dengan sanak saudara," ungkapnya kepada Okezone, Selasa (15/11/2016).

Ia mengaku selama ini warga sedikit terisolir karena sinyal yang tidak ada sehingga berita apapun masyarakat sedikit terlambat untuk mengetahui.

"Jangankan melihat hiburan dan berita melalui internet, menelefon saja kami harus naik gunung. Sehingga ada berita apapun warga terlambat tahu," tuturnya.

Selain kesulitan komunikasi, Vik Ilu juga menjelaskan bahwa ribuan warganya mengeluhkan sarana listrik dan jalan yang juga belum ada perubahan setiap tahunnya.

"Listrik hanya ada di malam hari, sementara jalan meski ada beberapa yang baik namun secara garis besar jalan kami sangat buruk," jelasnya.

Salah satu warga Desa Sungai Melayu, Kabupaten Ketapang, Frederikus mengaku selama ini warga sangat mengeluhkan jalan yang sangat buruk sehingga menghambat kegiatan masyarakat di Desa Sungai Melayu.

"Jalan sudah seperti bubur, kemana mana jalan merah, ada jalan agak mengeras itupun kepunyaan perusahaan sawit," katanya.

Ia pun berharap dengan dicanangkannya Desa Sungai Melayu sebagai kawasan Kampung KB, maka desanya mendapatkan perhatian dari pemerintah Kalbar dan pusat.

(ahl)

Baca Juga

Akibat Pasokan Listrik Terbatas, BTS Operator Seluler di Aceh Mati

Akibat Pasokan Listrik Terbatas, BTS Operator Seluler di Aceh Mati