"Industri Seluler Indonesia Belum Sehat"

Dirut Telkomsel Ririek Adriansyah (Foto: Kustin Ayuwuragil/okezone)

BANDUNG - Industri seluler yang ada di Indonesia dinilai belum sehat. Ini didasarkan atas pertumbuhan pengguna internet yang cukup tinggi namun belum merata.

Direktur Utama (Dirut) Telkomsel Ririek Adriansyah mengatakan, pertumbuhan pengguna internet di Indonesia baru 30% sampai 40% jika dibandingkan dengan negara lain sepeti Korea yang sudah 100%.

"Sudah saatnya negara kita dibawa ke era digital. Kemarin Pak Presiden juga Menteri BUMN Ibu Rini mengatakan Indonesia harus mengantisipasi digital ekonomi. Digitalisasi itu dianggap lebih nyaman, transparan, dan produktif," tambah Ririek.

Ririek berharap, ke depannya industri seluler di Indonesia bisa lebih sehat. "Layanan industri seluler di Indonesia itu belum sepenuhnya sehat. Apa indikasinya sehat? Dikatakan sehat kalau layanannya itu terjangkau masyarakat. Kemudian operatornya sehat sehingga bisa sustain sehingga tidak hanya bisa bertahan tetapi juga mampu terus membangun di semua pelosok. Layanan telekomunikasi harus tersedia untuk seluruh masyarakat karena masyarakat yang ada di Jakarta dan Merauke memiliki hak yang sama yaitu untuk mendapatkan informasi," kata dia.

Sekadar informasi, industri seluler Indonesia saat ini sedang menantikan regulasi baru berkenaan dengan interkoneksi dan network sharing. Sementara operator non-Telkomsel, meminta harga interkoneksi yang lebih murah dan mendukung network sharing. Telkomsel masih meminta pemerintah untuk menguji kembali kebijakan tersebut karena berpotensi mengurangi pendapatan dan aset negara.

(kem)

Baca Juga

Akibat Pasokan Listrik Terbatas, BTS Operator Seluler di Aceh Mati

Akibat Pasokan Listrik Terbatas, BTS Operator Seluler di Aceh Mati