Terkait Network Sharing, Mastel Institute: Ayo Jangan Ribut Lagi

Terkait Network Sharing, Mastel Institute: Ayo Jangan Ribut Lagi

(Foto: Ahmad Luthfi/ Okezone)

JAKARTA – Network sharing dan interkoneksi masih menjadi pembicaraan yang cukup hangat di industri telekomunikasi. Terlebih lagi revisi Peraturan Pemerintah Nomor 52 dan 53 Tahun 2000 tentang Pengaturan Frekuensi dan Orbit Satelit belum juga rampung.

Hal ini dikarenakan ada beberapa pihak yang merasa keberatan melalui revisi regulasi tersebut. Padahal dengan disahkannya PP 52 dan 53 Tahun 2000 tak menutup kemungkinan adanya efisiensi di industri telekomunikasi.

"PP 52 dan 53 itu prinsipnya pemerintah mengikuti tren dunia. Tren sekarang network sharing, supaya hak-hak untuk mendapatkan itu terpenuhi, tapi jangan merugikan semua pihak," kata Hery Subiakto, staf ahli bidang hukum Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), dalam program Diskusi Polemik Sindotrijaya dengan tema 'Telekomunikasi, Medsos, dan Kita', Sabtu (26/11/2016).

Di sisi lain Chairman Mastel Institute, Nonot Harsono, mengajak pemerintah segera merevisi PP 52 dan 53 Tahun 2000, mengingat manfaatnya akan turut dirasakan pengguna.

“Dorongan konektivitas broadband sangat penting untuk masyarakat kita supaya persaingan sehat, pemerintah menghadirkan banyak pemain, seperti network sharing. Ayo jangan ribut lagi, cepat revisi PP 52 dan 53 karena itu bermanfaat untuk pengguna juga,” katanya.

Sementara menurut pengamat kebijakan publik, Agus Pambagyo, revisi PP 52 dan 53 Tahun 2000 memang perlu sebagai efisiensi dalam industri telekomunikasi.

"Kalau semua operator yang bangun itu mahal, makanya harus berbagi dari yang dibangun pemerintah, jadi diubah dulu PP 52 dan 53 itu," terangnya dalam diskusi tersebut.

Ia mengatakan, network sharing berguna karena dinilai mengurangi capital expenditure (capex) dan operating expenditure (opex).

(din)

Baca Juga

Akibat Pasokan Listrik Terbatas, BTS Operator Seluler di Aceh Mati

Akibat Pasokan Listrik Terbatas, BTS Operator Seluler di Aceh Mati