WeChat Sensor Grup Percakapan Tanpa Izin Penggunanya

WeChat Sensor Grup Percakapan Tanpa Izin Penggunanya

Foto: CNN

BEIJING – Salah satu aplikasi percakapan paling populer asal China, WeChat, dilaporkan telah menyensor pesan pribadi pengguna di China dan luar negeri. Pesan yang berisi kata kunci menyebutkan topik-topik sensitif seperti pembantaian Lapangan Tiananmen, Tibet, atau gerakan spiritual yang dilarang Falun Gong disensor dalam obrolan pribadi dan kelompok tanpa sepengetahuan pengguna.
 
"Kata kunci sensor tidak lagi transparan. Di masa lalu pengguna menerima pemberitahuan bila pesan mereka diblokir. Sekarang sensor pesan terjadi tanpa pemberitahuan pengguna," demikian menurut sebuah laporan yang diterbitkan Toronto Citizen Lab, Jumat (2/12/2016).

Sensor meluas ke pengguna di luar negeri terkait akun yang awalnya terdaftar dengan nomor telefon China, bahkan juga terhadap pengguna yang beralih ke akun dengan nomor internasional. 
 
Seorang peneliti bernama Jason Ng mengatakan bahwa sensor dilakukan dengan nomor telefon karena yang memungkinkan WeChat menargetkan semua pengguna China, terlepas dari apakah mereka menggunakan jaringan virtual private (VPN) atau cara lain untuk menghindari aparat sensor luas yang dikenal sebagai Great Firewall of China.

Pengguna China disensor di mana pun mereka berada di dunia, dan terlepas dengan siapa mereka berbicara.
 "(Beijing) mempromosikan mempertahankan koneksi ideologis dan bimbingan dengan warga China di luar negeri, terutama untuk mahasiswa yang belajar di luar negeri. Tencent dapat ditekan untuk memastikan penyaringan tetap untuk pengguna China di setiap lokasi," demikian isi laporan tersebut.
(kem)

Baca Juga

Google Perkecil Ukuran File Aplikasi Hingga 65%

Google Perkecil Ukuran File Aplikasi Hingga 65%