Akibat Pasokan Listrik Terbatas, BTS Operator Seluler di Aceh Mati

Akibat Pasokan Listrik Terbatas, BTS Operator Seluler di Aceh Mati

(Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pascagempa yang menimpa Aceh pagi tadi, para operator seluler mengalami kendala pada beberapa BTS mereka akibat pasokan listrik yang terbatas, tak terkecuali Telkomsel.

Meskipun beberapa BTS tersebut tidak dapat beroperasi secara maksimal, namun Telkomsel mengklaim masih bisa melayani pelanggannya. Untuk menyiasati hal ini, perusahaan plat merah tersebut mengerahkan genset mobile untuk backup.

"Saat ini secara umum kondisi jaringan Telkomsel masih dapat melayani pelanggan, sekalipun beberapa BTS tidak dapat beroperasi secara maksimal akibat pasokan listrik yang terbatas. Untuk mengatasi keterbatasan pasokan listrik, saat ini Telkomsel mengerahkan sebanyak 43 unit mobile genset sebagai backup. Hal ini diharapkan dapat membantu memaksimalkan layanan kepada pelanggan," kata Adita Irawati, Vice President Corporate Communication Telkomsel dalam keterangan kepada Okezone, Rabu (7/12/2016).

Selain melakukan pemantauan, Telkomsel juga berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk menginventarisir kebutuhan masyarakat yang terkena dampat bencana gempa bumi ini.

Sekadar informasi, kendala terhadap BTS akibat pasokan listrik yang terbatas sejumlah operator lain seperti Indosat Ooredoo, Hutchison 3 Indonesia dan XL juga mengalami hal serupa.

Untuk XL, misalnya, ada dua BTS yang dilaporkan mati karena padamnya arus listrik dari PLN. Sementara Indosat Ooredoo mencatat, ada tujuh BTS yang terganggu dengan alasan yang sama. Sementara Hutchison 3 Indonesia, meski tak menjabarkan jumlah BTS mati karena pasokan listrik yang terbatas, ia mengakui ada beberapa BTS yang tidak aktif.

Terkait hal itu, sebagian besar operator seluler sedang mengupayakan untuk memulihkan pasokan listrik secepat mungkin, sehingga komunikasi pelanggan di wiliayah tersebut tetap lancar.

(din)

Baca Juga

Sebelum Dilelang, Kemkominfo Bakal Lakukan Konsultasi Publik Frekuensi 2,1 & 2,3 GHz

Sebelum Dilelang, Kemkominfo Bakal Lakukan Konsultasi Publik Frekuensi 2,1 & 2,3 GHz