Martin Cooper, Mantan Tentara Pionir Telekomunikasi Nirkabel

Martin Cooper, Mantan Tentara Pionir Telekomunikasi Nirkabel

Martin Cooper (foto: Ap Photo)

JAKARTA – Perkembangan smartphone yang semakin pesat tidak terlepas dari sosok berikut ini. Berkat tangan dinginnya, lahir perangkat telekomunikasi nirkabel yang saat ini digunakan masyarakat.

Martin "Marty" Cooper merupakan lulusan dari llinois Institute of Technology (IIT) di Chicago dengan gelar sarjana di bidang teknik listrik pada 1950. Tak lama setelah lulus, ia memutuskan bergabung dengan Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dan bertugas selama Perang Korea.

Puas mengabdi di tentara, ia kembali ke habitat aslinya di bidang teknik. Cooper bergabung dengan perusahaan Motorola di 1954. Di Motorola, ia bekerja pada banyak proyek yang melibatkan komunikasi nirkabel, seperti sistem pertama radio kontrol lampu lalu lintas dan radio polisi genggam pertama.

Saat itu Regulator Telekomunikasi Amerika (FCC) meminta kompetitor Motorola yakni AT&T untuk menciptakan teknologi telekomunikasi nirkabel yang lebih praktis. Menanggapi permintaan FCC, AT&T mengusulkan arsitektur seluler untuk memperluas layanan mobile telephone-nya.

Motorola tidak ingin AT&T melakukan monopoli pada industri ponsel. Motorola segera bergerak cepat dengan menyuruh Cooper sebagai pemimpin di proyek ponsel nirkabel. Cooper berpikir ponsel tidak harus dirantai ke mobil tapi harus portabel. Hasilnya, ia menciptakan ponsel DynaTAC (Dynamic Adaptive Jumlah Coverage Area) berukuran 23 cm (9 inci) dan beratnya 1,1 kg (2,5 pon). Ponsel ini memungkinkan pengguna berbicara 35 menit.

Pada 3 April 1973, Cooper memperkenalkan ponsel DynaTAC pada konferensi pers di New York City. Untuk memastikan bahwa DynaTAC bekerja dengan baik ia melakukan panggilan telefon ke insinyur kepala AT&T Joel Engel. Peristiwa unik tersebut menjadi momen awal bagi perkembangan industri telefon nirkabel.

(kem)

Baca Juga

Sebelum Dilelang, Kemkominfo Bakal Lakukan Konsultasi Publik Frekuensi 2,1 & 2,3 GHz

Sebelum Dilelang, Kemkominfo Bakal Lakukan Konsultasi Publik Frekuensi 2,1 & 2,3 GHz