PERISKOP 2017: Jaringan & Perangkat 4G Makin Murah

PERISKOP 2017: Jaringan & Perangkat 4G Makin Murah

Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA – Tahun ini jaringan 4G akan semakin meluas di Indonesia. Teknologi jaringan seluler tersebut akan mendarat lebih banyak kota di Tanah Air.

Seperti diketahui, beberapa tahun terakhir operator terus melakukan ekspansi 4G ke berbagai daerah. Sehingga, 4G tidak hanya dinikmati di ibu kota, tetapi juga merambah ke kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Selain layanan 4G yang meluas di berbagai kota, tahun ini diprediksi lebih banyak pengguna handset 3G yang beralih ke 4G. Sedangkan 2G di tahun ini akan terus digunakan oleh para pelanggan operator hingga beberapa tahun ke depan.

Diperkirakan pengguna 2G masih berkisar sekira 60-70 persen. Jumlah yang cukup besar, sehingga layanan 2G tampaknya tidak akan langsung dimatikan, meski Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Rudiantara, telah mengajak semua pihak untuk meninggalkan jaringan 2G dan beralih ke penggunaan jaringan 3G atau 4G.

“Ya tentunya jaringan 4G akan makin meluas ke banyak kota. Bahkan yang 3G akan diganti dengan 4G, sementara 2G masih akan bertahan hingga beberapa tahun ke depan,” ujar Pengamat Telekomunikasi, Heru Sutadi kepada Okezone.

Heru Sutadi menambahkan, tahun ini bisa menjadi peluang bagi para pengguna 2G untuk bermigrasi ke 3G atau 4G. “Idealnya, 2G bisa segera bermigrasi juga ke 3G atau 4G,” ungkapnya.

Ia lebih lanjut menyoroti mengenai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang tahun ini mulai diberlakukan untuk ponsel 4G. Menurutnya, tujuan TKDN ialah agar ponsel 4G memiliki banderol harga yang lebih terjangkau di masyarakat. Ia juga sedikit mengkritisi terkait aturan tingkat kandungan lokal tersebut.

“Memang masalahnya, ponsel 4G masih relatif mahal. Padahal tujuan TKDN adalah agar ponsel 4G murah, tetapi karena terlalu banyak negosiasi dengan vendor akhirnya TKDN menjadi tidak jelas dan bisa berbentuk innovation center, sehingga ruh tujuan TKDN menyimpang,” jelasnya.

Heru mengungkapkan, untuk memuluskan proses migrasi pengguna menuju 4G, maka perlu diperhatikan ketersediaan handset 4G murah. Ia mengatakan bahwa range harga ponsel 4G agar semakin diterima semua kalangan, idealnya dibanderol di bawah USD250.

“Untuk me-replace 2G, maka ponsel 4G harus sekira USD100 saja. Sementara sekarang rata-rata USD250 ke atas bahkan untuk ponsel premium USD1.000-an. Daya beli rata-rata kelas menengah hanya USD300, sementara yang sekarang pakai 2G banyak di kelas menengah ke bawah yang hanya maksimal mungkin USD125,” terangnya.

(ahl)

Baca Juga

<i>Network Sharing</i> Percepat Penetrasi Internet di Indonesia

Network Sharing Percepat Penetrasi Internet di Indonesia