Operator Geber Layanan 4,5G Tahun Ini

Operator Geber Layanan 4,5G Tahun Ini

Ilustrasi (Foto: Ahmad Luthfi/Okezone)

JAKARTA - Operator telekomunikasi mulai berlomba-lomba menghadirkan layanan internet super cepat. Setelah operator XL beberapa waktu lalu, kini giliran Indosat Ooredoo memperkenalkan jaringan 4,5G.

Pada dasarnya, teknologi 4,5G merupakan upgrade dari 4G yang tidak banyak mengubah komponen yang ada. Misalnya, pengguna tidak perlu mengganti SIM Card dan handset khusus 4,5G, melainkan secara 'seamless' upgrade ini bisa dirasakan para pelanggan.

John M. Thompson, Director and Chief Technology Officer Indosat Ooredoo menjelaskan, teknologi carrier aggregation bisa menggabungkan beberapa band frekuensi untuk menghasilkan jaringan yang lebih cepat.

Senada dikatakan Yune Marketatmo, Group Head Network Strategy and Solution Indosat Ooredoo. Layanan 4,5G didukung dengan beberapa teknologi yang memungkinkan seperti carrier aggregation, Massive MIMO serta skema modulasi baru.

Sedangkan MIMO (multiple-input dan multiple-output) melibatkan beberapa antena. Pada saat salah satu antena mengalami gangguan, maka antena lainnya bisa menyokong jaringan.

"Ibarat jalan tol, 4X4 MIMO punya 4 jalur. Peluang lebih besar, bila di satu sinyal noise, dia bisa gunakan sinyal lainnya," kata Yune .

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam carrier aggregation atau CA, beberapa band seperti 900 Mhz, 1.800 MHz, 2.100 MHz dan WiFi bisa dikolaborasikan.

Handset yang beredar saat ini sudah bisa mencicipi layanan 4,5G. Hanya saja, untuk mengoptimalkan kecepatan jaringan, pengguna harus memiliki handset yang mendukung teknologi CA.

Kecepatan yang ditawarkan 4,5G konon mencapai dua kali lipat kecepatan 4G saat ini. Teorinya, bila 4G sanggup mencapai 150Mbps, maka 4,5G seharusnya mencapai 300Mbps.

Indosat Ooredoo mengklaim bahwa seluruh kota di pulau Jawa akan di-support dengan 4,5G. Yune mengatakan, jaringan di kota-kota besar yang sudah dimodernisasi akan dapat upgrade ke 4,5G.

(ahl)

Baca Juga

Sebelum Dilelang, Kemkominfo Bakal Lakukan Konsultasi Publik Frekuensi 2,1 & 2,3 GHz

Sebelum Dilelang, Kemkominfo Bakal Lakukan Konsultasi Publik Frekuensi 2,1 & 2,3 GHz