Di Balik Kesuksesan Emoji

Di Balik Kesuksesan Emoji

Ilustrasi : (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA – Bagi pengguna smartphone, Anda pasti sering menggunakan emoji di sela-sela chat. Namun, apakah Anda mengetahui bagaimana emoji itu bisa sesukses seperti sekarang ini hingga digunakan oleh hampir semua orang di dunia?

Seperti dinukil dari laman Sky News, Jumat (27/1/2017), emoji sendiri merupakan sistem yang bisa digunakan secara global. Bahkan setiap harinya, ada 6 juta emoji yang terkirim melalui chat. Awalnya, emoji kerap dibandingkan dengan bahasa Esperanto.

Emoji menjadi bahasa paling sukses yang digunakan sepanjang sejarah. Emoji muncul secara spontan dan ditawarkan kepada seorang customer oleh operator handphone Jepang pada 1999.

Mereka coba menyebarkannya sampai Unicode terlibat pada 2010. Unicode memutuskan untuk membentuk teks singkat di komputer guna memastikan syarat dan simbol tersebut mirip, meskipun Anda belum sempat membacanya.

Emoji tidak memiliki grammar dan menjadi sebuah bahasa yang universal. Menurut Profesor of Linguistics di Bangor University, Vyvyan Evans, emoji sebenarnya memiliki sifat bahasa, semakin banyak digunakan akan semakin banyak muncul.

Dengan perbedaan negara, emoji telah menjadi bahasa universal, di mana bisa dipahami oleh masyarakat dengan interpretasi berbeda.

Faktanya, emoji saat ini lebih populer jika dibandingkan dengan bahasa Esperanto. Biar bagaimana pun, kedua bahasa tersebut telah direncanakan dengan baik, dengan cara yang berbeda. (afr)

(kem)

Baca Juga

Kocak! Pria Ini Goreng Telur Bukan di Kompor, Kok Bisa?

Kocak! Pria Ini Goreng Telur Bukan di Kompor, Kok Bisa?