Darurat! Indonesia Butuh 1,5 Juta Ahli Keamanan Siber

Darurat! Indonesia Butuh 1,5 Juta Ahli Keamanan Siber

Ilustrasi

JAKARTA - Meningkatnya serangan siber dari tahun ke tahun membuat negara rentan menjadi korban. Sayangnya, Indonesia dinilai masih kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik dalam hal keamanan siber.

Padahal jika diperhatikan, Indonesia memiliki 1.000 perguruan tinggi yang menyediakan jurusan teknologi informasi. Dari data Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komputer (Aptikom), terdapat 400 ribu mahasiswa dan 15 ribu dosen yang mengajar di jurusan tersebut.

"Dengan banyaknya mahasiswa TI, Indonesia sudah sepantasnya memiliki banyak tenaga keamanan siber," ujar perwakilan Aptikom, Saleh di Jakarta, Senin (30/1/2017).

Senada dengan Saleh, Eva Noor selaku Managing Director Xynexis Juga mengakui kurangnya SDM bertalenta di Indonesia di bidang keamanan siber. Dibandingkan dengan negara maju, Indonesia masih belum memiliki "tentara" siber yang mumpuni.

"Di Amerika saja terdapat sekira 10 juta ahli keamanan siber. Untuk Indonesia, idealnya memiliki 1,5 juta tenaga ahli," ujar Eva.

Untuk menjaring banyaknya talenta, Xynexis didukung oleh Kominfo mengadakan program Born to Control. Program pelatihan ini diharapkan dapat mencetak 100 tenaga berkualitas di bidang keamanan siber di Indonesia.

(ahl)

Baca Juga

Hati-Hati, Ini Alasan Telegram Digemari Teroris

Hati-Hati, Ini Alasan Telegram Digemari Teroris