Langgar Hak Paten, Google Diancam Denda USD20 Juta

Langgar Hak Paten, Google Diancam Denda USD20 Juta

(Foto: Reuters)

MOUNTAIN VIEW - Browser Chrome dinilai telah melanggar hak paten untuk software anti-malware milik Alfonso Cioffi dan mantan insinyur Lucent Allen Rozman. Hal ini telah diputuskan oleh Pengadilan Federal di Marshall, Texas.

Tak tanggung-tanggung, raksasa teknologi ini diklaim melanggar empat paten milik dua insinyur yang telah meninggal ini. Akibatnya, Google diminta untuk membayar ganti rugi senilai USD20 juta.

Cioffi dan anggota keluarga Rozman ini telah memerangi raksasa mesin peramban sejak 2013. Namun, pada 2014 kasus mereka ditolak oleh Hakim Pengadilan Negeri. Tak berhenti di situ, para penggugat akhirnya mengajukan banding atas keputusan pengadilan federal dan berhasil.

Google kini telah kalah dalam kasus ini tetapi masih bersikeras bahwa ia tidak melakukan sesuatu yang ilegal.

Perusahaan di bawah pimpinan Sundar Pichai ini mengklaim bahwa paten tidak valid. Mengetahui hal ini, hakim jelas tidak setuju. Seperti diketahui, ini bukanlah satu-satunya pertempuran hukum yang dihadapi Google saat ini.

Google sekarang ini sedang diselidiki di Korea Selatan karena dituduh melakukan praktik antitrust. Tak hanya di Korea Selatan, di Uni Eropa Google dihadapkan dengan beberapa penyelidikan.

(kem)

Baca Juga

Ngeri.. Ini <i>Lho</i> 5 Virus Komputer Paling Berbahaya di Dunia

Ngeri.. Ini Lho 5 Virus Komputer Paling Berbahaya di Dunia