Tarif Interkoneksi Dinilai Telah Objektif

Tarif Interkoneksi Dinilai Telah Objektif

BTS. (Foto: EDN)

JAKARTA - Penerapan tarif interkoneksi masih mengalami jalan buntu untuk diwujudkan. Pasalnya, saat ini pemerintah masih menimbang besaran biaya dengan konsultan verifikator.

Namun sebetulnya, menurut salah seorang pengamat dan praktisi di bidang telekomunikasi, besaran tarif interkoneksi yang ditetapkan oleh pemerintah telah objektif. Sehingga, tinggal memercayakannya kepada regulator yakni Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

"Sebetulnya besaran tarif interkoneksi sudah sangat objektif. Tidak usah lagi ada tuduhan yang macam-macam. Hitungannya sudah jelas, hanya soal tawar-menawar saja dengan penyelenggara yang dominan," ungkap mantan Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia dan Chairman Mastel, Nonot Harsono, Selasa (7/3/2017).

Ia melanjutkan, dalam besaran tarif interkoneksi, semua biaya yang dikeluarkan oleh setiap operator telah tercantum di dalamnya. Sehingga, seharusnya tidak ada lagi persoalan yang menyangkutpautkan infrastruktur karena telah terhitung dalam daftar penawaran interkoneksi (DPI).

Sebelumnya, pemerintah telah memutuskan besaran tarif interkoneksi setiap operator yakni sebesar Rp204. Namun karena Telkomsel masih belum memberikan daftar penawaran interkoneksi, Kominfo kemudian menghitung kembali besaran tarif interkoneksi melalui konsultan verifikator independen.

(kem)

Baca Juga

Techno of The Week: Adopsi 4G Belum Maksimal, Ini penyebabnya!

Techno of The Week: Adopsi 4G Belum Maksimal, Ini penyebabnya!