Soal Interkoneksi, Percayakan pada Kominfo

Soal Interkoneksi, Percayakan pada Kominfo

Foto: EDN

JAKARTA – Besaran tarif interkoneksi hingga saat ini belum juga diketuk palu oleh pemerintah. Hal tersebut dikarenakan Kominfo masih menimbang besaran biaya yang dilakukan konsultan verifikator.

Tetapi di sisi lain, pengamat dan praktisi bidang telekomunikasi yang juga mantan komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia dan Chairman Mastel, Nonot Harsono, menilai bahwa sebenarnya besaran yang sudah ditetapkan senilai Rp204 sudah obyektif.

"Sebetulnya besaran tarif interkoneksi sudah sangat obyektif. Tidak usah lagi ada tuduhan yang macam-macam. Hitungannya sudah jelas, hanya soal tawar menawar saja dengan penyelenggara yang dominan," kata dia.

Ia melanjutkan, dalam besaran tarif interkoneksi, semua biaya yang dikeluarkan oleh setiap operator telah tercantum di dalamnya. Sehingga, seharusnya tidak ada lagi persoalan yang menyangkutpautkan infrastruktur karena telah terhitung dalam daftar penawaran interkoneksi (DPI).

Sekadar informasi, Kominfo sudah mengeluarkan Surat Edaran pada pertengahan 2016 untuk penerapan tarif interkoneksi. Namun, penetapannya yang seharusnya terjadi pada 1 September 2016 akhirnya ditunda hingga kini.

(kem)


Baca Juga

Indosat Ooredoo Lakukan Pergantian Komisaris

Indosat Ooredoo Lakukan Pergantian Komisaris