Penurunan Tarif Interkoneksi Berbuntut pada Keuntungan Masyarakat

Penurunan Tarif Interkoneksi Berbuntut pada Keuntungan Masyarakat

Foto: Huffington Post

JAKARTA – Penetapan tarif interkoneksi belum juga selesai meski telah ditunda beberapa bulan sejak surat edarannya rilis pada 2016. Tarif lama pun akhirnya dipilih sebagai jalan tengah.

Dari alotnya penetapan tarif tersebut, sebenarnya siapakah yang paling diuntungkan jika biaya interkoneksi jadi turun? Menurut mantan Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia dan Chairman Mastel, Nonot Harsono, sebenarnya ujung dari turunnya kebijakan ini adalah masyarakat.

Selain itu, penerapan tarif interkoneksi juga untuk menyehatkan persaingan telekomunikasi. Sebagai imbasnya, masyarakat bisa menikmati tarif menelefon dengan lebih murah. Pasalnya, tarif telefon antaroperator sendiri bisa menyentuh Rp900 hingga Rp1.500 karena ada strategi pasar dari operator untuk mendorong masyarakat menggunakan kartu SIM yang sama.

"Tidak ada yang dirugikan atau diuntungkan karena sebenarnya tarif interkoneksi itu untuk membuat persaingan bisnis telekomunikasi menjadi lebih sehat. Operator yang dominan bisa memberikan kesempatan kepada pemain yang lebih kecil," ungkap Nonot kepada Okezone, Selasa (7/3/2017).

"Dulu kan strategi semua operator mendesak masyarakat untuk menggunakan kartu SIM yang sama agar tarif menelefon lebih murah. Jadi misalkan Anda menggunakan operator A saya operator B, tarifnya kan mahal. Nah, mengajak supaya bisa sama-sama pakai B, misalnya," lanjut Nonot.

Kemenkominfo sendiri telah memberikan surat edaran kepada para operator untuk memberlakukan besaran tarif interkoneksi sebesar Rp204. Namun saat pengumpulan daftar penawaran interkoneksi (DPI), operator Telkomsel masih belum mengumpulkan sampai batas waktu yang diberikan.

Dengan demikian, tarif interkoneksi pun kini masih menggunakan biaya lama yakni Rp250. Kemenkominfo juga akan menunjuk konsultan verifikator guna mengevaluasi kembali besaran tarif interkoneksi yang akan diberlakukan.

(kem)
TAG : masyarakat

Baca Juga

Kominfo Pantau Kesiapan Jaringan Kunjungi NOC Operator

Kominfo Pantau Kesiapan Jaringan Kunjungi NOC Operator