Gelombang Dalam Lautan Dijelaskan Alquran dan Sains

Gelombang Dalam Lautan Dijelaskan Alquran dan Sains

Ilustrasi (Foto: Reuters)

CALIFORNIA - Ilmu pengetahuan berkembang dari waktu ke waktu. Ilmu pengetahuan modern memercayai bahwa kedalaman 200 meter di bawah laut tidak bisa ditembus oleh cahaya.

Daerah ini disebut daerah afotik, sedangkan yang berada di bawah 1.000 meter, sudah tidak terdapat cahaya sama sekali. Dalam buku 'Alquran vs Sains Modern menurut Dr Zakir Naik' karya Ramadhani dkk, selain gelap, ternyata bawah laut juga terdapat gelombang.

Gelombang yang terjadi di laut tidak hanya terdapat di permukaan, tetapi juga di bagian dalam laut. Fakta adanya kegelapan dan gelombang yang ada di laut dalam dikemukakan para peneliti pada 1900.

Kegelapan dalam laut dan terjadinya gelombang dalam laut ini ternyata juga diungkapkan dalam Alquran. "Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun," Surah An-Nur Ayat 40.

Ketika diminta memberikan komentar pada ayat di atas, Prof Durga Rao, seorang ahli geologi kelautan yang juga seorang profesor di Universitas King Abdul Aziz di Jeddah, mengatakan bahwa para ilmuwan sepakat dengan hal tersebut.

Untuk meneliti kegelapan di kedalaman lautan, ilmuwan tentunya dibantu dengan alat modern. Pada kedalaman lebih dari 20-30 meter, manusia tidak akan mampu menyelam tanpa alat bantu.

Pada kedalaman 200 meter, manusia tidak akan mampu bertahan hidup. Prof Durga Rao mengatakan bahwa Surah An-Nur Ayat 40 tidak merujuk pada semua lautan, karena tidak seluruhnya dapat dideskripsikan memiliki akumulasi kegelapan yang berlapis. Ayat tersebut merujuk terutama pada laut atau samudera yang dalam.

Bagian dalam dan luar laut dipisahkan oleh gelombang. Gelombang bagian dalam laut menutupi perairan dalam laut dan samudera karena perairan dalam memiliki kerapatan yang lebih tinggi dibandingkan perairan di atasnya.

Kegelapan mulai terjadi di bawah gelombang dalam laut. Bahkan, ikan yang berada di laut yang dalam tidak dapat melihat dan satu-satunya sumber cahaya berasal dari tubuh mereka sendiri.

Prof Durga Rao kemudian menyimpulkan dengan mengatakan bahwa manusia normal tidak akan mampu menjelaskan fenomena ini dengan sangat detail pada 1.400 tahun lalu.

(ahl)

Baca Juga

6 Manfaat <i>Video Game</i> Secara Sains (2-Habis)

6 Manfaat Video Game Secara Sains (2-Habis)