Penemu Baterai Lithium-ion Kembangkan Teknologi Baterai Kaca

Penemu Baterai Lithium-ion Kembangkan Teknologi Baterai Kaca

(Foto: Digital Trends)

CALIFORNIA - John B Goodenough, pelopor teknologi baterai lithium-ion yang kini menjadi standar industri sekarang bersiap untuk memacu dirinya pada inovasi baterai lagi.

John B Goodenough, profesor emeritus di Cockrell School of Engineering di University of Texas, Austin, bersama dengan peneliti senior Maria Helena Braga, memimpin tim peneliti yang telah mengembangkan baterai rendah biaya yang lebih aman dan efisien dibanding teknologi lithium-ion yang ada.

Baterai baru menggunakan elektrolot kaca sodium atau elekrtolit kaca dilapisi lithium itu memiliki tiga kali kapasitas penyimpanan baterai lithium ion. Baterai tersebut juga bisa men-charge dalam beberapa menit bukan jam dan beroperasi di cuaca dingin dan panas.

Tes awal menunjukkan baterai ini mampu setidaknya 1.200 siklus charge-discharge, secara signifikan siklus lebih pengisian dibanding baterai lithium-ion yang sebanding. Elektronit berbasis kaca tidak akan membentuk dendrit yang mengganggu teknologi baterai lithium-ion.

Dendrit menumpuk sebagai bagaian dari standar pengisian dan pengisian siklus yang akhirnya menyebabkan hubungan pendek yang sering menghasilkan panas atau baterai terbakar. Goodenough percaya, teknologi baterai ini bisa menjadi terobosan yang membawa mobil listrik ke mainstream.

"Biaya, keselamatan, kepadatan energi, tingkat charge dan debit serta siklus hidup sangat penting untuk mobil ditenagai baterai untuk lebih banyak diadopsi. Kami percaya penemuan kami memecahkan banyak masalah yang melekat dalam baterai saat ini," kata Goodenough dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh University of Texas.

Teknologi baterai yang sama juga bisa digunakan untuk menyimpan energi di sistem solar dan angin. Goodenough dan timnya telah berhasil mengembangkan anoda berbasis kaca dan sekarang bekerja pada bagian katoda dari teknologi baterai, seperti dilaporkan Digital Trends, Rabu (8/3/2017).

Saat ini, tim ini memecahkan masalah katoda dengan hasil yang menggembirakan dalam tes skala kecil menggunakan sel jelly-roll. Tujuannya adalah untuk menghasilkan sel skala besar akhirnya dan kemudian pindah teknologi ke produsen yang akan mengembangkannya secara komersial.

(din)

Baca Juga

Apple Dukung Program Amal Munculkan iPhone Merah

Apple Dukung Program Amal Munculkan iPhone Merah