Proses Lelang Frekuensi untuk Optimasi Jaringan 4G

Proses Lelang Frekuensi untuk Optimasi Jaringan 4G

Ilustrasi (foto:Shutterstock)

JAKARTA - Proses lelang frekuensi 2,1 dan 2,3 GHz diyakini tak hanya dapat menambah pemasukan negara di sektor telekomunikasi. Proses ini juga akan memaksimalkan jaringan 4G di kota-kota besar.

Sebagai gambaran, pemerintah akan melelang dua blok kosong di frekuensi 2,1 GHz yang masing-masingnya sepanjang 5 MHz. Sedangkan di frekuensi 2,3 GHz, ada sepanjang 15 MHz dari total 30 MHz yang kosong.

Dijelaskan oleh Ketua Bidang Kebijakan Strategi MASTEL Teguh Prasetya, proses lelang ini akan menambah optimalisasi jaringan 4G untuk pelanggan. Alhasil, kecepatan konektivitas akan bertambah.

"Buat pelanggan akan mendapat real 4G Karena setiap carrier (operator) akan punya bandwidth 20 MHz," jelasnya.

Di sisi lain, operator juga akan kecipratan manfaat. Sebab, jaringan 4G akan lebih merata ke seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah perkotaan.

"Tentunya untuk percepatan penggelaran 4G dan kecukupan bandwidth untuk mereka bisa mendapat cukup pelanggan dan cukup bandwidth," pungkasnya.

Sebelumnya, I Ketut Prihadi, Komisioner BRTI, mengatakan pemanfaatan frekuensi 2,1 dan 2,3 GHz akan menambah kapasitas jaringan di kota-kota padat penduduk.

"Kapasitas spektrum yang saat ini ada sudah crowded, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Bandung," jelasnya.

(kem)

Baca Juga

Indosat Ooredoo Tawarkan Aplikasi Cipika Play untuk <i>Gamer</i>

Indosat Ooredoo Tawarkan Aplikasi Cipika Play untuk Gamer