Lelang Frekuensi Harus Berorientasi pada Target PNPB

Lelang Frekuensi Harus Berorientasi pada Target PNPB

Ilustrasi BTS

JAKARTA - Sektor telekomunikasi dan informatika dikatakan menjadi salah satu sektor yang cukup besar kontribusinya dalam penerimaan negara. Pajak dividen dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor tersebut menyumbang penerimaan sekira Rp280 triliun, rata-rata tiap tahun sekira Rp28 triliun.

Pemerintah sendiri dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 menetapkan target PNBP dari sektor telekomunikasi dan informatika sebesar Rp16,5 triliun. Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) pun diminta untuk memaksimalkan proses lelang frekuensi 2,1 dan 2,3 GHz.

"Kementerian Kominfo harus tetap menjadikan target PNBP sektor telekomunikasi dan informatika sebagai salah satu prioritas kerja Kominfo," tutur Ah Maftuchan, Direktur Eksekutif Perkumpulan Prakarsa, saat menjadi pembicara acara diskusi di Jakarta, Rabu (8/3/2017).

Selain fokus pada pencapaian target PNBP, Kominfo juga diminta untuk segera menyetor piutang PNBP ke kas negara. Berdasarkan dari data Indonesia Budget Center, hasil audit BPK per 31 Desember 2015 melaporkan bahwa piutang PNBP Kominfo sebesar Rp2,9 triliun yang berasal dari Biaya Hak Penyelenggaraan telekomunikasi dan pengenaan denda.

Sementara menurut Roy Salam dari Indonesia Budget Center (IBC), Kominfo harus segera menyelesaikan masalah tersebut agar kerugian negara tidak semakin besar.

Sebagai informasi selain Kominfo, piutang yang cukup besar juga dimiliki oleh Kementerian ESDM (Rp26,4 triliun), Kejagung (Rp15,7 triliun), dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Rp2,9 triliun). (ahl)

(kem)
TAG : lelang lelang kue

Baca Juga

TOP TECHNO: Khoirul Anwar, Anak Petani Penemu Teknologi 4G hingga Video Penampakan Rusa Putih

TOP TECHNO: Khoirul Anwar, Anak Petani Penemu Teknologi 4G hingga Video Penampakan Rusa Putih