Lelang Frekuensi Jangan Sekadar Mengejar Pendapatan

Lelang Frekuensi Jangan Sekadar Mengejar Pendapatan

Ilustrasi (foto:Shutterstock)

JAKARTA - Rencana lelang frekuensi yang sedang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendapat reaksi cukup beragam. Salah satunya dari Nonot Harsono, mantan Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI).

Dalam pandangan Nonot, lelang frekuensi bukan semata-mata mencari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Namun lebih mengarah ke penciptaan industri telekomunikasi yang lebih sehat.

"Tugas pemerintah yang utama adalah menciptakan persaingan usaha yang sehat, bukan untuk PNBP semata," ujarnya kepada Okezone, Rabu (8/3/2017).

untuk itu, ia menyarankan agar pita 2,1 GHz dibagi rata kepada para operator. Hal itu dilakukan agar semua operator memiliki modal daya saing yang seimbang.

"Di pita 2,1 ada lebar total 60 MHz FDD, yang pakai ada 4 operator. Jadi, jika disamakan modal daya saing berupa alokasi pita frekuensi, maka 60 dibagi 4 hasilnya 15 MHz," sarannya.

Pemerintah sendiri dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 menetapkan target PNBP dari sektor telekomunikasi dan informatika sebesar Rp16,5 triliun. Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) pun diminta untuk memaksimalkan proses lelang frekuensi 2,1 dan 2,3 GHz.

(kem)
TAG : lelang lelang kue

Baca Juga

Aturan Tarif Batas Bawah Layanan Data, Pengamat: Pengaturan Tarif Data Jangan Sampai Mengarah ke Kartel

Aturan Tarif Batas Bawah Layanan Data, Pengamat: Pengaturan Tarif Data Jangan Sampai Mengarah ke Kartel