Lelang Frekuensi 2,1 & 2,3 GHz Bukan untuk 'Membunuh' Operator Pesaing

Lelang Frekuensi 2,1 & 2,3 GHz Bukan untuk 'Membunuh' Operator Pesaing

Ilustrasi (Foto: Reuters)

JAKARTA - Lelang Frekuensi 2,1 dan 2,3 GHz yang sedang dijalankan seleksinya oleh pemerintah dianggap sebagai upaya untuk mengintegrasikan para pemain telekomunikasi di Indonesia.

Dari keterangan Nonot Harsono, mantan Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), proses lelang frekuensi harus dijadikan dasar untuk menyatukan para operator.

"Ke depan, jaringan seluler akan semakin butuh bandwidth besar. Jadi, semangatnya adalah integrasi jaringan," ujarnya.

Maka dari itu, ia mengharapkan agar proses lelang berlangsung secara adil. Dengan proses yang fair, maka tidak ada minat dari operator untuk membunuh pemain lain yang lebih kecil.

"Malah hanya akan mendorong hukum rimba. Lelang bukan untuk mewadahi nafsu membunuh pesaing," jelasnya.

(kem)

Baca Juga

Indosat Ooredoo Tawarkan Aplikasi Cipika Play untuk <i>Gamer</i>

Indosat Ooredoo Tawarkan Aplikasi Cipika Play untuk Gamer