Ombudsman: Penundaan Lelang Timbulkan Potensi Kerugian Negara Rp2,86 Triliun

Ombudsman: Penundaan Lelang Timbulkan Potensi Kerugian Negara Rp2,86 Triliun

Foto: Okezone

JAKARTA – Akibat penundaan frekuensi di pita 2,1 GHz, pemerintah ditaksir mengakibatkan potensi kerugian Rp2,86 triliun dalam periode 2014-2016. Potensi tersebut akan terus bertambah jika proses lelang kembali ditunda oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Hal tersebut diungkap oleh Anggota Ombudsman, Ahmad Alamsyah Saragih saat ditemui dalam sebuah acara diskusi di Jakarta, Rabu (8/3/2017). "Semakin lama lelang tertunda akan menghilangkan peluang penerimaan negara dan menguntungkan operator yang belum mendekati kapasitas terpasang di spektrum frekuensi dan teknologi sama," ungkap Alamsyah.

Selain akibat tertundanya proses lelang, kerugian juga bakal diakibatkan oleh sistem lelang itu sendiri. Menurut Alamsyah, metode e-Auction yang hanya dua tahap saja, dapat mengakibatkan kecenderungan operator akan mengambil harga yang tak jauh berbeda dari yang dibuka oleh pemerintah.

Jika menggunakan e-auction ascending, sistem lelang yang digunakan bakal membuat penawaran lebih tinggi sehingga dapat memberikan pemasukan lebih banyak dari sektor pemasukan negara bukan pajak (PNBP).

Kendati demikian, ia menyadari bahwa pemilihan model lelang konvensional tersebut didasari oleh perserta lelang yang sedikit. Operator yang akan memperebutkan lelang frekuensi 2,1 dan 2,3 GHz yakni Telkomsel, Indosat Ooredoo, Xl Axiata dan Hutchison Three.

Alamsyah juga menekankan bahwa lelang tersebut harus berlandaskan terhadap kepentingan publik yang berdasarkan kepada masyarakat di wilayah dan kapasitas jaringannya penuh. Sedangkan masyarakat di wilayah yang kurang terlayani seperti di perbatasan, mengacu kepada peningkatan penerimaan pendapatan negara.

(kem)
TAG : lelang lelang

Baca Juga

Techno of The Week: Adopsi 4G Belum Maksimal, Ini penyebabnya!

Techno of The Week: Adopsi 4G Belum Maksimal, Ini penyebabnya!