Pemenang Lelang Frekuensi Jangan Dibatasi Satu Blok

Pemenang Lelang Frekuensi Jangan Dibatasi Satu Blok

BTS. (Foto: EDN)

JAKARTA - Proses lelang frekuensi yang akan dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mendapatkan kritikan dari Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Ahmad Hanafi Rais. Menurutnya pemerintah seharusnya tak membatasi operator yang ingin memenangkan lelang tersebut.

"Tidak seharusnya dibatasi. Itu (lelang) punya konsekuensi membuntungkan negara. Jadi sebaiknya Kominfo tidak usah membatasi dan dilakukan secara bebas tanpa dibatasi jika pemenang blok yang satu, tidak boleh memenangkan blok satunya," ungkap Hanafi di Jakarta, Rabu (8/3/2017).

Sebagaimana diketahui, pemerintah akan melelang frekuensi 2,1 GHz sepanjang 10 Mhz yang dibagi menjadi dua blok masing-masing 5 Mhz. Sedangkan di pita frekuensi 2,3 GHz pemerintah akan melelang frekuensi yang kosong sepanjang 30 Mhz.

Hanafi juga menilai, mekanisme lelang yang menggunakan sistem e-auction tidak seharusnya dilakukan secara dua tahap. Ia menyarankan Kominfo untuk membuat mekanisme lain agar operator bisa memberikan penawaran yang lebih tinggi.

Adapun soal dibebaskannya peserta lelang, Hanafi mengaku bahwa hal itu dilakukan agar memperkaya rasa keadilan yang juga menepis anggapan bahwa pemerintah memiliki kepentingan bisnis sehingga menjadi pengadil yang baik.

"Mengapa ini penting karena pemerintah ingin jadi pengadil yang baik supaya tidak dianggap sebagai pemain, sehingga bukan hanya sebagai bisnis tapi memberikan layanan yang maksimal kepada masyarakat," jelas Hanafi.

(kem)
TAG : lelang lelang kue

Baca Juga

Kominfo Pantau Kesiapan Jaringan Kunjungi NOC Operator

Kominfo Pantau Kesiapan Jaringan Kunjungi NOC Operator