Peran Angin dalam Perkawinan Tumbuhan Dijelaskan Alquran dan Sains

Peran Angin dalam Perkawinan Tumbuhan Dijelaskan Alquran dan Sains

Ilustrasi (Foto: Tgdaily)

JAKARTA - Ada beberapa cara dalam proses penyerbukan, salah satunya dengan perantara angin. Posisi organ pengembangbiakan pada tumbuhan (bunga) menghadap ke udara, sehingga benang sari menjadi panjang dan tangkainya membesar.

Dalam buku 'Alquran vs Sains Modern menurut Dr Zakir Naik' karya Ramadhani dkk dijelaskan, tangkai yang membesar itu bergantungan di luar bunga sampai digoyangkan oleh angin.

Kemudian serbuk sari berjatuhan dan diterbangkan oleh angin ke bunga lain yang telah disiapkan untuk proses penyerbukan. Alquran memberikan petunjuk mengenai penyerbukan melalui angin, serta sifat angin yang mengawinkan dan terbentuknya hujan.

"Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya," bunyi Surah Al Hijr Ayat 22.

Ayat tersebut menunjukkan bahwa peran angin sangat penting dalam proses kehidupan makhluk hidup, salah satunya tumbuh-tumbuhan. Apabila tidak ada angin, maka proses perkembangan tumbuh-tumbuhan yang melalui angin akan hilang dan punah.

Fase pertama dalam proses pembentukan hujan adalah angin. Dalam sebuah penelitian sampai awal abad ke-20, diketahui bahwa angin pula yang menggerakan awan.

Sementara penelitian ilmu meteorologi modern diketahui bahwa angin berperan dalam proses penyerbukan dan pembentukan hujan.

Dalam proses hujan, angin juga diketahui mengawinkan partikel-partikel yang dibawa dari laut dengan uap air yang melayang di udara dan akhirnya membantu dalam proses pembentukan hujan.

Jika angin tidak memiliki sifat ini, maka butiran-butiran air yang ada di atmosfer bagian atas tidak akan pernah terbentuk dan hujan pun tidak akan pernah terjadi. Inilah salah satu penjelasan peran angin dalam proses perkawinan tumbuhan yang selaras dengan ilmu pengetahuan.

(ahl)
TAG : angin

Baca Juga

Peneliti Ini Sebut 'Cepat Lupa' Tidak Selalu Berdampak Negatif

Peneliti Ini Sebut 'Cepat Lupa' Tidak Selalu Berdampak Negatif