Dinilai Berpotensi Langgar Hukum, Lelang Frekuensi Tetap Ditargetkan Pertengahan 2017

Dinilai Berpotensi Langgar Hukum, Lelang Frekuensi Tetap Ditargetkan Pertengahan 2017

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Lelang frekuensi 2,1 GHz dan 2,3 GHz akan tetap ditargetkan mulai pertengahan 2017. Padahal sebelumnya pengamat dan Direktur ICT Institute, Heru Sutadi, telah memberikan masukan untuk menunda proses lelang 2,3 GHz karena dikhawatirkan terjadi tuntuan.

Selain dinilai tak begitu mendesak, ia pun mengkhawatirkan adanya kasus serupa seperti yang digugat oleh pihak PT Internux. Pemegang merek layanan Bolt tersebut diketahui memenangkan gugatan di pengadilan negeri Jakarta Pusat atas pengguna frekuensi di 2,3 GHz.

Kendati demikian menurut Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Dr. Ismail, MT, Kominfo masih menjadwalkan lelang akan berlangsung pada pertengahan 2017. Agar tak terjadi tuntutan, ia pun mengaku bahwa pihaknya akan menerapkan prosedur sebaik-baiknya.

"Kami harapkan pertengahan. Yang penting kami melakukannya dengan kehati-hatian dan sebaik-baiknya. Tapi mudah-mudahan tidak akan ada tuntutan di kemudian hari," ungkap Ismail melalui sambungan telefon saat dihubungi Okezone, Selasa (14/3/2017).

Sebagai informasi, hari ini Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menggelar rapat tertutup soal konsultasi publik yang dilakukan pada 22 Februari hingga 5 Maret 2017. Menurut Ismail, pembahasan dalam rapat tersebut ialah menindaklanjuti masukan dari beberapa pemangku kepentingan.

Pihak Kominfo akan mempertimbangkan masukan dari beberapa pihak seperti operator telko, universitas, pengamat, instansi pemerintah, dan lain-lain. Oleh karena itu, Menkominfo pun meminta untuk mengklarifikasi masukan tersebut.

"Ada beberapa pihak yang harus kami temui. Soalnya kata Pak Menteri sebelum ditandatangani harus mengklarifikasi terlebih dahulu karena dikhawatirkan ada salah persepsi," jelas Ismail.

(kem)
TAG : lelang lelang kue

Baca Juga

Soal <i>Merger Operator</i> Seluler, YLKI: 3 Operator Sangat Cukup

Soal Merger Operator Seluler, YLKI: 3 Operator Sangat Cukup