Sejarah dan Perkenalan Perangkat Wearable

Sejarah dan Perkenalan Perangkat Wearable

Samsung Gear S2. (Foto: Phone Arena)

JAKARTA - Wearable device atau perangkat wearable merupakan sebuah benda berupa aksesori yang memiliki teknologi layaknya sebuah komputer berukuran mini. Ia dapat berwujud sebagai kacamata, gelang, jam tangan, bahkan pakaian. Tentunya dengan label pintar di belakangnya.

Cikal bakal dari perangkat wearable sendiri telah mulai pada era 80-an. Saat itu, terdapat sebuah jam yang dilengkapi dengan kalkulator. Namun, istilah wearable sendiri baru populer setelah 2010, saat beberapa perusahaan teknologi seperti Google, Apple, dan Samsung turut mengeluarkan produk tersebut.

Pada 2010, Google mulai mengembangkan prototipe dari kacamata pintar bernama Google Glass. Tiga tahun kemudian, perusahaan ini pun memperkenalkannya kepada publik. Di tahun yang sama, yakni 2013, Samsung juga mengeluarkan produk jam pintar bernama Samsung Gear.

Samsung memperkenalkan perangkat wearable tersebut pada gelaran di Berlin, Jerman yang diadakan 4 September 2013. Jam pintar Samsung dioperasikan menggunakan software milik Google yang kini bernama Android Wear. Namun setahun kemudian, Samsung menggantinya dengan OS buatan sendiri yakni Tizen.

Setahun kemudian, Motorola turut meramaikan industri perangkat wearable dengan merilis Moto 360. Sama seperti Samsung, jam tangan pintar ini pun menjalankan sistem operasi Android Wear buatan Google. Tak lama setelah itu, Apple mengumumkan perangkat wearable buatannya yakni Apple Watch.

Perusahaan yang berbasis di California tersebut mengumumkan kehadiran Apple Watch pada September 2014 dan dirilis ke pasar April 2015. Berbeda dengan Moto 360 dan Samsung Gear, Apple Watch memiliki sistem operasi sendiri yang dinamakan watchOS.

Namun, salah satu perangkat wearable yang sempat mendapatkan penghargaan ialah CuteCircuit. Berbeda dari beberapa produk di atas, perusahaan yang berbasis di Inggris ini memperkenalkan pakaian pintar pada 2004. Dinamakan HugShirt, perangkat tersebut dapat mentransmisikan sentuhan melalui antar-perangkat.

HugShirt mendapatkan penghargaan dalam ajang CyberArt Festival in Bilbao, Spanyol. Selain itu, produk tersebut juga sempat masuk jajaran Best Inventions of the Year yang diberikan majalah TIME.

(ahl)

Baca Juga

Waduh! Resmi Dirilis, Toko iPhone 8 di Sydney Sepi Peminat

Waduh! Resmi Dirilis, Toko iPhone 8 di Sydney Sepi Peminat