Soal Pembatasan Peserta Lelang, ATSI: Kembalikan ke Peraturan Menteri

Soal Pembatasan Peserta Lelang, ATSI: Kembalikan ke Peraturan Menteri

Ketua ATSI dan Presiden Direktur PT Smartfren. (Foto: Moch Prima Fauzi)

JAKARTA - Lelang frekuensi 2,1 GHz dan 2,3 GHz mendapatkan kritikan dari beberapa pihak yang mengatakan bahwa seharusnya peserta lelang tak dibatasi. Hal itu guna memberikan kesempatan kepada perusahaan lain yang ingin memiliki investasi di Indonesia, sehingga penerimaan dari pendapatan negara bukan pajak bisa lebih besar.

Namun menurut ketua Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) Merza Fachys, hal itu dikembalikan lagi kepada filter yang mengatur tentang tata cara pelaksanaannya. Merza mengatakan dalam filter yang merujuk pada Peraturan Menteri itu harus bisa mendapatkan pemenang yang memang benar-benar membutuhkan.

"Kembali lagi, frekuensi itu sumber daya terbatas jadi betul-betul harus diberikan untuk kesejahteraan dan perkembangan industri. Sekarang bagaimana cara melakukan filter bahwa yang akan diberi adalah yang paling membutuhkan dan paling komit terhadap perkembangan industri," ungkap Merza di Jakarta, Kamis (16/3/2017).

Jika merujuk kepada rancangan peraturan menteri, ia mengatakan bahwa ada dua poin yang bisa digarisbawahi yakni peserta lelang dibatasi dan kedua mengenai tata cara evaluasi. Dari evaluasi tersebut bisa diketahui siapa yang akan memenangkan lelang, sehingga diharapkan operator pemenang memiliki komitmen untuk pembangunan dan benar-benar membutuhkan.

Pembagian tiga blok tersebut menurut Merza agar tidak terjadi ketidakseimbangan pemakaian sumber daya alam. Adapun saat ditanya soal minat dari PT Smartfren, Ia mengisyaratkan bahwa pihaknya lebih berminat pada satu blok di frekuensi 2,3 GHz dengan alasan efisiensi.

"Kita akan mencari lagi investasi yang paling evisien. Kalau hari ini kami punya 2,3 GHz maka akan efisien jika kita bisa mendapatkan di 2,3 Ghz. Kalau di 2,1 GHz kita tidak punya. Akibatnya kita harus bikin network baru nantinya," ungkap pria yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur PT Smartfren tersebut.

(kem)

Baca Juga

Permen Lelang Frekuensi 2,1 dan 2,3 GHz Mundur hingga Mei 2017

Permen Lelang Frekuensi 2,1 dan 2,3 GHz Mundur hingga Mei 2017