Enam Fakta Menarik tentang Equinox yang Perlu Diketahui

Enam Fakta Menarik tentang Equinox yang Perlu Diketahui

Foto: Drikpanchang

JAKARTA – Beredar kabar bahwa Indonesia akan mengalami fenomena equinox pada 21 Maret 2017. Sebagai negara yang berada di garis khatulistiwa, kabarnya suhu di Tanah Air akan mencapai 40 derajat Celsius pada tanggal tersebut.

Namun di luar rumor tersebut, ada beberapa fakta yang harus Anda ketahui mengenai fenomena ini. Berikut beberapa fakta equinox seperti dinukil Okezone dari Trehugger, Jumat (17/3/2017):

Equinox vs Equilux

Equinox berasal dari bahasa Latin yang dalam bahasa Inggris berarti equal night. Karena Matahari adalah cakram dan bukan titik, akibat pembiasan atmosfer, penduduk yang berada di lintang pertengahan benar-benar mendapatkan tambahan 8 menit siang saat fenomena equinox terjadi. Untuk perpecahan waktu yang sama antara siang dan malam, terminologi Equilux. Equilux biasanya datang beberapa hari sebelum equinox hadir.

 

Demam Musim Semi Tiba

Jika berada di negara-negara dengan empat musim, Anda akan merasakan demam yang menyenangkan seperti wajah yang lebih merah, detak jantung berdetak lebih cepat, dan membayangkan kisah percintaan.

Ini terjadi karena perasaan lelah di musim dingin akhirnya berakhir. Ada banyak bukti anekdot menunjukkan secara biologis untuk peningkatan suasana hati, keinginan, dan energi yang datang dengan vernal equinox. Meskipun penyebab pastinya tetap sulit dipahami, kemungkinan hormon berperan dalam demam ini.

Barat dan Timur yang Lebih Jelas

Musim gugur dan semi equinox terjadi dua hari selama setahun ketika Matahari terbit persis di timur dan tenggelam di barat. Dengan cara ini, Anda bisa memilih landmark dan menandai barat dan timur dengan lebih jelas.

Sphinx Menghadap Tepat ke Matahari

Manusia sama sekali tidak dianjurkan untuk menatap langsung Matahari karena sinarnya dapat merusak mata. Namun, Great Sphinx Giza melakukan hal tersebut setiap equinox berlangsung saat Matahari terbit.

Selain Sphinx, ada beberapa situs sejarah yang juga menghadap ke Matahari pada momen yang sama. Di antaranya termasuk Chichen Itza dan Angkor Wat.

Paskah Ditentukan

Vernal equinox seperti penanda kalender untuk menentukan kapan Paskah akan jatuh. Pada 325, Konsili Nicea memutuskan bahwa Paskah akan diadakan pada Minggu pertama setelah bulan purnama pertama terjadi atau setelah vernal equinox. Jika bulan purnama jatuh pada Minggu, Paskah akan mendorong kembali seminggu sehingga tidak bertepatan dengan perayaan Paskah.

Tidak Hanya di Bumi

Equinox tidak hanya terjadi di Bumi. Saturnus juga mengalami hal yang sama dan agak sedikit sulit. Saturnus memiliki equinox setiap musim semi dan gugur, tapi karena musim di planet bercincin sedikit lebih lesu, menunggu antara equinox sangat penting. Dengan perjalanan mengorbit Matahari sama dengan 30 tahun di Bumi, equinox Saturnus terjadi sekira setiap 15 tahun.

(ahl)

Baca Juga

Techno of The Week: Benda Mirip Botol Bir dan Alien Ditemukan di Permukaan Mars

Techno of The Week: Benda Mirip Botol Bir dan Alien Ditemukan di Permukaan Mars