Proyek Palapa Ring Diharapkan Tanpa Diskriminasi

Proyek Palapa Ring Diharapkan Tanpa Diskriminasi

(Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Proyek Palapa Ring yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi penyelenggara telekomunikasi secara adil dan tanpa adanya diskriminasi.

Menurut Pengamat Telko, Ridwan Effendi, proyek tersebut menggunakan dana pemerintah sehingga harus menjamin prinsip open-access dan non-discriminatory. Hal itu dia jelaskan ketika berbincang dengan Okezone, Selasa (21/3/2017).

“Proyek Palapa Ring tentunya karena menggunakan dana dari pemerintah, nanti harus dijamin prinsip open-access dan non-discriminatory. Yang dimaksud dengan open-access artinya setiap penyelenggara telekomunikasi punya kesempatan yang sama untuk memanfaatkan jaringannya. Sementara itu, non-discriminatory artinya tidak ada pembedaan perlakukan terhadap yang memanfaatkan jaringan tersebut,” papar Ridwan.

Menurut Ridwan, Palapa Ring secara praktis risiko demand dan biayanya ditanggung pemerintah. Untuk itu, diharapkan adanya pemerataan layanan telekomunikasi broadband di seluruh pelosok Indonesia dengan harga yang wajar.

“Praktis kan semua risiko, demand, dan biaya ditanggung pemerintah dalam jangka waktu tertentu. Selama masa konsesi, tidak ada income langsung, hanya income tidak langsung berupa BHP penyelenggaraan telekomunikasi yang disetorkan penyelenggara telekomunikasi dari gross revenue-nya,” jawab Ridwan ketika ditanya tentang potensi Palapa Ring.

Sekadar informasi, Palapa Ring dibagi dalam tiga paket yakni barat, tengah, dan timur. Menkominfo Rudiantara mengatakan bahwa paket barat diprediksi akan selesai pada akhir 2017. Paket tengah akan mengikuti sementara paket timur baru akan selesai akhir 2019.

(kem)
TAG : Diskriminasi

Baca Juga

TOP TECHNO: Khoirul Anwar, Anak Petani Penemu Teknologi 4G hingga Video Penampakan Rusa Putih

TOP TECHNO: Khoirul Anwar, Anak Petani Penemu Teknologi 4G hingga Video Penampakan Rusa Putih