Pemerintah Gunakan Skema Availability Payment untuk Proyek Palapa Ring

Pemerintah Gunakan Skema Availability Payment untuk Proyek Palapa Ring

(Foto: Kominfo)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia memiliki rencana untuk menghubungkan seluruh kawasan Nusantara dengan jangkauan internet. Rencana tersebut terwujud dalam proyek Palapa Ring yang kini sudah mulai dilakukan di paket Barat.

Proyek ini dijalankan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) yang merupakan penerapan skema pembayaran ketersediaan layanan atau availability payment (AP). Skema ini diprakarsai Kementerian Keuangan dengan sumber dana dari dana kontribusi Universal Service Obligation (USO).

Skema availability payment sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 190/PMK.08/2015 dan merupakan pembayaran secara berkala selama masa konsesi berdasarkan ketersediaan layanan infrastruktur yang telah dibangun badan usaha.

Komponen biaya yang dapat dibayarkan oleh AP adalah biaya modal, biaya operasional, dan keuntungan wajar yang diinginkan badan usaha. Melalui skema itu, risiko permintaan (demand risk) ketersediaan layanan infrastruktur akan ditanggung sepenuhnya oleh PJPK yaitu Kemenkominfo.

Dengan pengambilan risiko tersebut, badan usaha mendapatkan pengembalian investasi jika berhasil memenuhi kriteria layanan sebagaimana telah dijanjikan dalam perjanjian kerjasama. Adapun kelangsungan pembayaran dari PJPK kepada badan usaha akan dijamin pemerintah melalui PT PII.

Dengan penandatanganan Proyek Palapa Ring Paket Timur yang merupakan paket terakhir setelah Paket Barat dan Tengah, pemerintah akan membantu masyarakat Indonesia dalam pemerataan penyediaan akses broadband di seluruh Indonesia.

Kehadiran Palapa Ring juga akan memberikan peluang bisnis baru bagi industri usaha kecil dan menengah (UKM) di pelosok daerah, meningkatkan pendidikan melalui fasilitas internet, dan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat lewat kegiatan ekonomi digital.​

(kem)

Baca Juga

Permen Lelang Frekuensi 2,1 dan 2,3 GHz Mundur hingga Mei 2017

Permen Lelang Frekuensi 2,1 dan 2,3 GHz Mundur hingga Mei 2017