Peneliti AS Mampu Buat Antibiotik Baru dari Darah Komodo

Peneliti AS Mampu Buat Antibiotik Baru dari Darah Komodo

(Foto: SMH)

WASHINGTON – Komodo adalah salah satu reptil paling besar yang hidup di Indonesia saat ini. Tak hanya menjadi hewan yang menjadi daya tarik Indonesia, komodo juga berguna di dunia kesehatan.

Darah reptil itu bisa menjadi sangat penting untuk membantu manusia melawan infeksi. Dipaparkan dalam jurnal Biofilms dan Microbiomes, para peneliti dari Universitas George Mason di AS kemudian menciptakan senyawa sintetis berdasarkan molekul yang ditemukan dalam darah komodo di Indonesia.

Senyawa sintetis yang diberi nama ‘DRGN-1’ itu diuji pada tikus yang memiliki luka kulit dan menemukan bahwa mereka sembuh jauh lebih cepat daripada tikus yang tidak diobati. Penemuan ini menandakan penciptaan merek baru jenis antibiotik.

Mengingat bahwa Centers for Disease Control and Prevention (CDC), memperkirakan 23.000 orang Amerika juga Indonesia meninggal setiap tahunnya akibat infeksi resisten antibiotik, darah komodo bisa menyelamatkan puluhan ribu nyawa.

Kadal terbesar di dunia tersebut mempunyai panjang 10 kaki ketika sudah dewasa dan dikenal karena air liur mereka mengandung bakteri mematikan yang fatal bagi mangsa.

Meski baru diuji pada tikus dan terhadap dua jaring bakteria, para peneliti meyakini DRGN-1 adalah kandidat yang baik untuk pengujian lebih lanjut dan berpotensi dikembangkan menjadi antibiotik di masa mendatang. Demikian dikutip dari Digitaltrends, Senin (17/4/2017).

(kem)

Baca Juga

Astaga! <i>Hacker</i> Gunakan Fitur Find My iPhone untuk Kunci Mac

Astaga! Hacker Gunakan Fitur Find My iPhone untuk Kunci Mac