Hati-Hati, Smartphone Bisa Ganggu Durasi Tidur Balita

Hati-Hati, Smartphone Bisa Ganggu Durasi Tidur Balita

(Foto: Newsnish)

JAKARTASmartphone kini tak hanya digandrungi oleh orang dewasa. Tampilannya yang apik dan penggunaannya yang terbilang mudah, membuat anak-anak tergiur untuk memainkan ponsel pintar.

Studi mengungkapkan bahwa penggunaan smartphone mampu mengganggu tidur balita. Laporan Birbeck, peneliti dari University of London, menemukan bahwa balita antara 6-10 bulan yang bermain smartphone atau tablet akan kurang tidur dibanding yang tidak menggunakan perangkat itu.

Menurut studi terhadap 715 orangtua, penggunaan perangkat berlayar sentuh selama satu jam, mengurangi durasi tidur balita selama 15,6 menit. Pada siang hari, durasi tidur balita rata-rata berkurang 10,8 menit, sehingga total berkurangnya tidur selama 26,4 menit.

“Ini bukan jumlah yang besar ketika Anda sedang tidur total 10-12 jam sehari, tapi setiap menitnya saat tidur sangat bermanfaat untuk perkembangan balita,” kata rekan penulis studi, Dr Tim Smith, kepada BBC.

Dijelaskan Smith, kemampuan otak ‘neuroplastisitas’ untuk membentuk koneksi baru dalam menanggapi situasi baru atau perubahan lingkungan lebih tinggi terjadi selama masa bayi.

Meski berpotensi mengurangi durasi tidur balita, peneliti belum berpikir untuk melarang penggunaan smartphone secara langsung. Pengetahuan di balik tidur bayi dan kaitannya dengan layar sentuh masih baru sehingga ia menilai terlalu dini untuk membuat pernyataan.

Dijelaskan Smith, penggunaan smartphone dalam observasi ini secara keseluruhan tidak berdampak besar pada tidur balita.

“Anak-anak pada penelitian ini menggunakan layar sentuh selama sekira 25 menit sehari, anak yang menggunakan layar sentuh selama durasi itu rata-rata akan kurang tidur sekira 6 menit,” imbuh Smith.

Selain itu, perangkat berlayar sentuh juga memiliki beberapa manfaat positif untuk menyeimbangkan tidur. Dalam studi sebelumnya, para peneliti mengemukakan bahwa layar sentuh membantu mempercepat perkembangan motorik balita dibandingkan dengan bayi yang tidak menggunakannya.

Dengan demikian, pembatasan penggunaan layar sentuh juga memilliki peran yang penting dalam studi ini. Demikian seperti dikutip dari Engadget, Selasa (18/4/2017).

(kem)

Baca Juga

Terungkap, Misteri Gunung Es dan Medan Magnet Milik Uranus

Terungkap, Misteri Gunung Es dan Medan Magnet Milik Uranus