Gara-Gara Iklan Nyinyir, BRTI Surati Operator Seluler

Gara-Gara Iklan Nyinyir, BRTI Surati Operator Seluler

(Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Iklan nyinyir (sindiran) yang dibuat beberapa operator seluler membuat Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) melayangkan surat. Menurut BRTI apa yang dilakukan oleh para operator tersebut tak sesuai dengan etika beriklan.

"Secara regulasi telekomunikasi memang tidak ada yang dilanggar, tetapi dari segi etika beriklan ada Etika Pariwara Indonesia yang wajib dipedomani, kita akan kirimi surat imbauan," kata Komisioner BRTI, I Ketut Prihadi Kresna Murni kepada Okezone, Minggu (30/4/2017).

Ketut juga meminta agar hal seperti yang terjadi pada Telkomsel tak dimanfaatkan oleh operator lain untuk mengiklankan produknya. Karena jika terjadi hal yang sama, cara seperti demikian akan dilakukan oleh operator lain dan mendiskreditkan operator yang terkena masalah.

Agar tak terulang kembali, BRTI mengambil langkah imbauan kepada semua operator agar memperhatikan etika dalam beriklan yang merujuk pada Etika Pariwara Indonesia. Surat tersebut rencananya akan dikirimkan pekan depan.

"BRTI akan melakukan imbauan tertulis kepada semua operator agar dalam beriklan atau promosi produk tetap memperhatikan Etika Pariwara. Insya Allah akan dikirimkan pekan depan," imbuh Ketut.

Sebelumnya, beberapa operator terlihat melakukan promosi di media sosial Twitter yang menyindir soal kejadian peretasan dan juga tarif dari operator Telkomsel.

"Ada keramaian apa pagi ini? Bayar kuota internet mahal? IM3 Ooredoo sih ngasih banyak kuota gak pake mahal. Terbukti!" tulis akun IM3 Jabodetabek, @IM3OoredooJBTK.

Selain itu, operator XL Axiata juga melakukan sindiran di media sosial yang berbunyi, "Untuk user operator tarif mahal, Sabar ini ujian. Dari XL dengan tarif bersahabat, Youtube tanpa kuota tiap saat."

Subdomain situs Indosat Ooredoo (arena.indosatooredoo.com) bahkan keesokan harinya dilaporkan telah diretas. Si peretas tampaknya merasa jengkel atas ulah para operator yang menuliskan iklan sindiran tersebut.

(kem)

Baca Juga

Techno of The Week: Adopsi 4G Belum Maksimal, Ini penyebabnya!

Techno of The Week: Adopsi 4G Belum Maksimal, Ini penyebabnya!