Kominfo Akui Ransomware Serang Komputer RS Dharmais dan RS Harapan Kita

Kominfo Akui Ransomware Serang Komputer RS Dharmais dan RS Harapan Kita

(Foto: Kominfo)

JAKARTA - Serangan ransomware yang menghebohkan dunia ikut menyeret Indonesia menjadi korbannya. Bahkan serangan yang terjadi tersebut disebut bisa dikategorikan teroris siber.

"Serangan siber ini bersifat tersebar dan masif serta menyerang critical resource (sumber daya sangat penting), maka serangan ini bisa dikategorikan teroris siber," kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan dalam keterangan kepada Okezone, Sabtu (13/5/2017).

Pria yang akrab disapa Sammy itu juga menjelaskan serangan siber yang menyerang Indonesia berjenis ransomware, jenis malware yang menyerang komputer korban dengan cara mengunci komputer korban atau mengenkripsi semua file yang ada sehingga tak bisa diakses kembali.

Tahun ini sebuah jenis ransomware baru telah muncul dan diperkirakan bisa memakan banyak korban. Ransomware baru ini disebut Wannacry. Wannacry ransomware mengincar PC berbasis windows yang memiliki kelemahan terkait fungsi SMB yang dijalankan di komputer tersebut.

Saat ini diduga serangan Wannacry sudah memakan banyak korban ke berbagai negara dan di Indonesia menurut laporan yang diterima Kominfo, serangan ditujukan ke Rumah Sakit Harapan Kita dan Rumah Sakit Dharmais.

Meski begitu Kominfo tetap meminta agar masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kehati-hatian dalam berinteraksi di dunia saber. Tak hanya itu, Kominfo juga mengingatkan penting untuk melakukan serangkaian tindakan pencegahan dan juga penanganan apabila terjadi insiden.

(din)

Baca Juga

Setelah Caplok HTC, Mampukah Google Geser Dominasi Apple-Samsung?

Setelah Caplok HTC, Mampukah Google Geser Dominasi Apple-Samsung?