Matahari Terbit dari Barat dalam Penjelasan Alquran dan Sains

Matahari Terbit dari Barat dalam Penjelasan Alquran dan Sains

Ilustrasi (Foto: Reuters)

JAKARTA - Matahari saat ini terbit dari arah timur dan terbenam di barat. Fenomena tersebut lazim terjadi dan ilmuwan menemukan fakta bahwa suatu saat matahari terbit dari arah barat.

Buku 'Miracles of Al-Qur'an & As-Sunnah' mengungkapkan, fakta tersebut muncul dari memahami iklim di Bumi selama zaman prasejarah seperti yang terekam dalam batang tanaman, kerangka hewan, dan sedimen massa es.

Peneliti juga mengamati berbagai fosil laut, sedimen kontinental, dan batu yang menyimpan beberapa bentuk kehidupan masa lalu. Batuan sedimen juga sering dijumpai di danau, sungai, dan tepi pantai.

Sedimen ini biasanya tersimpan di permukaan yang kering setelah air surut, karena penurunan permukaan air laut atau minimnya hujan. Permukaan tersebut menjaga mineral yang mencerminkan gambaran lengkap dari struktur dan komposisi baik atmosfer maupun air yang melingkupi Bumi.

Peneliti juga mengamati perubahan iklim yang terjadi. Dalam sebuah penelitian terbaru tentang perubahan iklim sebagaimana tercatat dalam lingkaran tahunan batang tanaman, menginformasikan empat musim (musim panas, musim gugur, musim dingin, dan musim semi) mulai dari 12 bulan dalam setahun, beberapa minggu setiap bulan, dan beberapa siang dan malam setiap harinya.

Dalam penelitian ini, para ilmuwan menyadari bahwa jumlah hari dalam setahun menurun dari waktu ke waktu dan menemukan bahwa satu-satunya penjelasan dari penurunan ini adalah penurunan kecepatan rotasi Bumi pada porosnya di depan matahari.

Adapun peningkatan kecepatan ini akan meningkatkan jumlah hari, minggu, tahun, dan memperpendek hari (siang dan malam), sedangkan jumlah musim dan jumlah bulan tetap sama.

Setelah menggambar beberapa grafik jumlah hari dalam era geologi yang berbeda, para ilmuwan menemukan bahwa jumlah hari dalam setahun pada awal penciptaan lebih dari 2.000. Adapun siang dan malam ketika itu kurang dari empat jam. Hal ini telah diungkap melalui salah satu ayat Alquran.

"Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan Bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy’. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat,” Surah Al-A'raf Ayat 54.

Penurunan secara bertahap kecepatan rotasi Bumi pada sumbunya ditemukan melalui mempelajari garis pertumbuhan dalam kerangka hewan seperti terumbu karang kuno dan sisa-sisa bebatuan dari era geologi kuno.

Penurunan secara bertahap kecepatan rotasi Bumi pada porosnya disebabkan gesekan pasang dan surut serta bertiupnya angin dari arah yang berlawanan dengan rotasi. Kedua faktor tersebut berfungsi sebagai rem yang mengurangi kecepatan rotasi Bumi.

Proyeksi grafik masa depan dari proses penurunan kecepatan rotasi Bumi mengungkapkan bahwa proses ini akan memaksa Bumi berputar pada arah yang berlawanan dari timur ke barat. Ini adalah salah satu tanda-tanda kiamat besar, seperti nubuat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam.

Rasulullah bersabda, "Tidak akan terjadi kiamat sehingga matahari terbit dari sebelah barat, jika ia telah terbit, lalu manusia menyaksikannya, maka semua orang akan beriman, ketika itu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya".

(ahl)

Baca Juga

OKEZONE INNOVATION: Masuk 4 Penemuan Besar China Kuno, Ini Sejarah Kompas yang Jarang Diketahui Orang

OKEZONE INNOVATION: Masuk 4 Penemuan Besar China Kuno, Ini Sejarah Kompas yang Jarang Diketahui Orang