TOP TECHNO: Operator Harus Memiliki Margin, Bukan Badan Amal

TOP TECHNO: Operator Harus Memiliki Margin, Bukan Badan Amal

Menkominfo Rudiantara (Dok Okezone)

JAKARTA - Penetapan tarif Rp1 yang diterapkan operator seluler, membuat Menteri Komunikasi dan Informasi (Mekominfo) Rudiantara angkat bicara.

Pria yang kerap disapa Chief RA itu menjelaskan, menetapkan tarif murah juga harus memikirkan mengenai keuntungan atau margin untuk menjalankan perusahaan.

"Saya sempat bilang kepada pemegang saham operator, Bapak itu mau bikin bisnis atau charity organization? Kalau untuk bisnis Anda harus katakan pada manajemen untuk berlaku seperti orang bisnis, bukan untuk sosial," kata Rudi di Jakarta.

Baca juga: Perang Tarif Telefon Rp1, Operator Bisa Bangkrut

Mengenai sindirannya tersebut, ia pun berpendapat bahwa industri telekomunikasi bukan hanya berfokus pada tarif murah tetapi pada keberlangsungan industri itu sendiri. Jika hal itu terus berlangsung, malah akan membunuh bisnis telekomunikasi.

"Industri ini harus punya cukup margin untuk bisa berkembang. Kalau mementingkan jumlah pelanggan, tidak benar bisnis seperti itu. Kalau Rp0, Rp1, kalau saya pemegang saham, saya ganti manajemennya. Karena seharusnya memberi edukasi kepada masyarakat bahwa mereka juga harus membayar murah tapi tidak nol," lanjut Rudi.

Baca juga: Operator Harus Fokus ke Kualitas Ketimbang Tarif Telefon Rp1

Meski meminta agar tarif bisa terjangkau untuk masyarakat, ia juga mengimbau agar industri telekomunikasi bisa berkelanjutan. Artinya operator harus mempunyai cadangan dana dari penjualannya untuk pemeliharan sistem.

Salah satu cara dalam memberikan edukasi kepada masyarakat ialah dengan memberlakukan pilihan antara kualitas layanan dan harga. "Kita harus memberikan opsi kepada masyarakat yakni layanan dan harga agar semua berpikir untuk menghadirkan layanan yang efisien dan kompetisi yang sehat," imbuhnya.

(kem)
TAG : TOP

Baca Juga

Luar Biasa! Bos Alibaba Kembali Jadi Orang Terkaya di Asia

Luar Biasa! Bos Alibaba Kembali Jadi Orang Terkaya di Asia